BATAM (gokepri) – Kepulauan Riau punya ide baru pariwisata. Selain wisata yang sudah ada seperti pantai, golf hingga kuliner, muncul rencana menghadirkan sirkuit pacuan kuda.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti, mengungkapkan Kepri melihat peluang besar di tengah rencana penutupan beberapa atraksi wisata, termasuk pacuan kuda, di negara tetangga seperti Singapura. “Ada kabar (di Singapura) beberapa atraksi seperti golf dan pacuan kuda akan tutup. Kami melihat ini sebagai peluang untuk mengembangkan wisata pacuan kuda di Kepri,” ujarnya.
Baca: Pariwisata Bali setelah Tertatih-Tatih
Guntur menjelaskan Kepri memiliki sejumlah lokasi yang sangat potensial untuk dibangun menjadi arena pacuan kuda bertaraf internasional. “Dengan ketersediaan lahan yang luas, kami yakin dapat menghadirkan pengalaman pacuan kuda yang tak terlupakan bagi wisatawan. Kita punya surplus playground di sini,” imbuhnya.
Untuk mewujudkan rencana ini, Pemerintah Provinsi Kepri tengah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk investor dan komunitas pacuan kuda. “Kami optimistis bahwa wisata pacuan kuda dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, khususnya dari negara-negara tetangga yang memiliki tradisi kuat dalam olahraga berkuda,” kata Guntur.
Dengan pengembangan wisata pacuan kuda, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Peluang Datangkan Turis
Diberitakan, Singapura menutup beberapa lapangan golf untuk dijadikan area pemukiman. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kepri. Pasalnya, khususnya Batam dan Bintan merupakan daerah terdekat yang memiliki lapangan golf yang cukup baik.
“Ini kabar baik kita, karena sebenarnya Batam ini bisa dibilang surga golf. Banyak lapangan golf dan ini bagian dari destinasi wisata,” kata Taba Iskandar, ditemui usai dikukuhkan sebagai Ketua Persatuan Pegolf Senior Indonesia (Perpesi) Batam-Kepri, periode 2024-2029, Rabu (17/7/2024) pagi, di Batam Islands County Club, Tering Bay, Nongsa, Batam.
Taba yang merupakan anggota DPRD Provinsi Kepri ini menjelaskan saat ini saja pegolf dari Singapura dan Malaysia sudah banyak bermain di Batam. Karena harga di Batam jauh lebih murah.
“Di banding daerah lain di Indonesia di Batam lebih murah, apalagi dibanding Singapura atau Malaysia,” ungkap Taba. “Makanya banyak yang main di Batam ini,” ujarnya.
Ia mencontohkan misalnya di Jakarta, para golfer susah dapat slot main. Karena jumlah golfernya lebih banyak. Bahkan harganya juga mahal.
“Kalau di Batam weekday harga sangat bersaing dan menjanjikan, lapangan juga banyak. Weekend Jumat sampai Minggu dipastikan ramai, lapangan penuh. Kalo gak booking duluan ya sulit dapat lapangan,” ungkapnya.
Taba menilai kondisi ini tentu peluang bagi Kepri, dapat menambah devisa negara. Terutama di sektor pariwisata olahraga. “Makanya kita sering mengadakan event bekerja sama juga dengan PGI dan club lainnya. Tujuannya menjaring pegolf dari luar untuk datang ke Kepri,” katanya.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno melihat adanya peluang wisata golf Indonesia yang meningkat, imbas tutupnya lapangan golf di Singapura. Selain lokasi Kepri yang tak jauh dari Singapura, Sandiaga juga melihat kesiapan lapangan golf di pulau ini sebagai salah satu tujuan wisata olahraga.
Ia menyebutkan, saat ini ada tiga lapangan golf di Bintan yang sebentar lagi bertambah satu, serta tujuh lapangan golf di Batam.
Penutupan lapangan golf 18 lubang di Singapura ramai diberitakan pada Juni 2024. Dikutip dari The Business Times, pembangunan kembali lahan untuk perumahan menjadi alasan tutupnya lapangan golf di Singapura. Sebab, minimnya ketersediaan jumlah rumah membuat harga sewa rumah di Singapura menjadi tidak terjangkau.
Baca: Kepri Pikat Wisman dengan Destinasi Wisata Golf Berstandar Internasional
Untuk diketahui, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang 2023 tembus di angka 1,5 juta kunjungan. Capaian tersebut cukup membaik dibandingkan beberapa tahun belakangan, di mana jumlah kunjungan wisman anjlok imbas pandemi Covid-19.
“Sekarang pariwisata Kepri telah pulih dan berharap tidak ada lagi turbulensi ekonomi,” kata Gubernur Kepri, Ansar Ahmad beberapa waktu lalu.
Ansar mengungkapkan kunjungan wisman di Kepri tertinggi terjadi pada tahun 2019, di mana saat itu bisa tembus mencapai 2,96 juta kunjungan. “Dan kita mesti mengejar itu kembali,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti Fedro








