Batam (gokepri.com) – PT Pertamina Patra Niaga mendukung peningkatan produksi minyak dan gas (migas) di Indonesia. Upaya dukungan itu ditunjukkan melalui komitmen kolaboratif yang dilakukan bersama dengan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Indonesia.
Sales Industrial Manager PT Pertamina Patra Niaga Samuel Lubis mengatakan, dengan target pencapaian produksi satu juta barel minyak per hari, kontribusi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Samuel juga menyampaikan, integrasi bisnis Pertamina yang meliputi BBM, Petrokimia, Lubricant, Aviasi, dan LPG, merupakan langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan rantai pasokan industri migas.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Sumbagut Raih 11 Penghargaan dari KLHK
“Kolaborasi ini bukan hanya untuk mencapai target produksi, tetapi juga untuk memastikan stabilitas pasokan energi yang menjadi tulang punggung perekonomian,” ujar Samuel, di Batam, Rabu, 3 Juli 2024.
Selain itu, program Pertamina One Solution yang ditawarkan bertujuan untuk memberikan solusi menyeluruh kepada KKKS dalam pemenuhan rantai pasokan, mulai dari BBM hingga produk petrokimia yang mendukung operasional pengeboran.
“Dengan suplai yang berkelanjutan dan solusi terpadu, kami berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kelancaran operasional dan efisiensi biaya, yang pada akhirnya berdampak positif pada perekonomian nasional,” kata Samuel.
Dalam mendukung target produksi satu juta barel minyak per hari, pihaknya juga menghadirkan inovasi di bidang teknologi dan logistik untuk mengatasi tantangan geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau.
Kolaborasi antara Pertamina, SKK Migas, dan KKKS menunjukkan bagaimana teknologi logistik memainkan peran penting dalam mendukung industri migas.
Samuel menjelaskan pengiriman bahan bakar aviasi seperti Avtur menjadi salah satu fokus utama yang terus dilakukan.
“Kami telah menyediakan suplai avtur sekitar 5 KL per bulan untuk kebutuhan SKK Migas, dan siap mengirimkan melalui drum berkapasitas 200 liter ke helipad jika akses ke Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di bandara tidak memungkinkan,” kata Samuel.
Inovasi ini menunjukkan kemampuan Pertamina dalam mengatasi kendala geografis dan memastikan kelancaran operasi migas di wilayah terpencil. Selain avtur, Pertamina juga siap menyediakan lubricant dan produk petrokimia lainnya yang mendukung program pengeboran di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.
“Dengan adanya solusi pengiriman remote ini, kami berharap dapat menjamin kelancaran operasional di seluruh wilayah Indonesia,” tambahnya.
Samuel juga menegaskan, pihaknya memiliki komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui dukungan peningkatan produksi migas di Indonesia. Kolaborasi ini juga untuk memastikan bahwa proses produksi dilakukan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan.
Ia menekankan pentingnya rantai pasokan yang ramah lingkungan dalam mendukung operasional migas. Pertamina juga berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon dengan menyediakan bahan bakar yang lebih bersih dan efisien.
“Program Pertamina One Solution kami tidak hanya fokus pada efisiensi dan kelancaran operasional, tetapi juga pada bagaimana kita dapat menjalankan operasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.
Dengan langkah-langkah ini, Pertamina Patra Niaga berharap dapat menjadi pionir dalam operasional migas yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, sejalan dengan upaya global untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
“Kami memastikan suplai bahan bakar kami mendukung operasi yang lebih bersih, termasuk melalui pengiriman remote yang efisien untuk mengurangi dampak lingkungan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi








