Disdik Batam Pertimbangkan Insentif untuk Sekolah Swasta

relokasi siswa di rempang
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Tri Wahyu Rubianto. Foto: Gokepri.com/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Dinas Pendidikan Kota Batam sedang mempertimbangkan agar sekolah swasta di Batam mendapat insentif dari pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Tri Wahyu Rubianto menyebutkan, sejauh ini bantuan yang diberikan pemerintah yang bersumber dari dana APBD Batam diperuntukkan bagi guru swasta. Sementara untuk bantuan sekolah swasta belum ada.

“Untuk sekolah swasta saat ini bantuan dalam bentuk insentif pada guru swasta yang ada di Kota Batam. Bantuannya langsung diterima oleh guru yang bersangkutan. Bersumber dari APBD. Tapi APBD untuk sekolah swasta sampai saat ini belum ada, ” Kata dia saat di hubungi Jumat 21 Juni 2024.

HBRL

Baca Juga: PPDB SD Mulai Dibuka, Pos Pengaduan Disdik Batam Ramai

Tri menjelaskan, keterbatasan anggaran Pemerintah Kota Batam menjadi salah satu penyebab sekolah swasta tidak mendapat insentif. “Tergantung kekuatan keuangan daerah,” kata dia.

Selain itu, sekolah-sekolah di Batam juga telah mendapat bantuan operasional sekolah swasta yang dicover melalui dana BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan dan BOP (Bantuan Operasional Penyelenggaraan) pemerintah pusat.

“Belum ada rencana untuk itu. Apalagi keterbatasan anggaran APBD kita, tentu hal ini belum memungkinkan, ” tuturnya.

Disinggung mengenai adanya 628 calon siswa SD di Batam tak dapat bersekolah di sekolah negeri karena persoalan daya tampung dalam suatu zonasi,
Tri meminta masyarakat yang anaknya tidak lolos PPDB di SD Negeri untuk mencari sekolah alternatif. Sebab kuota SD negeri terbatas. Sementara jika dilakukan penambahan kuota juga terkendala pada jumlah guru.

“Sementara kami meminta kepada orang tua dan wali murid untuk mendaftarkan anaknya di sekolah swasta, ” ucap Tri.

Namun begitu Dinas Pendidikan Kota Batam kini sedang menunggu arahan dari Walikota Batam, Muhammad Rudi.

Solusi yang paling mendekati untuk persoalan daya tampung ini seperti mengarahkan siswa tertolak ke sekolah-sekolah terdekat yang memiliki daya tampungnya belum terpenuhi.

“Jadi memang kalau dilihat dari secara global, RDT kita masih ada sisa tapi di luar dari zonasi sekolah calon siswa. Misalnya di Bengkong dan Batam Kota, daya tampungya sudah tidak ada, tapi kan di kecamatan lainnya masih ada,” jelas Tri Wahyu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro

Pos terkait