BEOGRAD, Serbia – Federasi Sepak Bola Serbia mengancam menarik tim nasional mereka dari ajang Piala Eropa 2024. Ancaman ini muncul menyusul nyanyian berbau kebencian yang dilontarkan suporter Kroasia dan Albania pada pertandingan kedua negara tersebut yang berakhir imbang.
Jovan Surbatovic, Sekretaris Jenderal FSS, dalam wawancara dengan stasiun televisi Serbia RTS pada Rabu malam (19/6), menyatakan ketidakpuasannya terhadap nyanyian yang diteriakkan suporter kedua negara tersebut, termasuk yel-yel “Bunuh, bunuh, bunuh orang Serbia!”.
Baca:
- Ditahan Imbang Denmark, Penampilan Inggris Tak Meyakinkan
- Daftar Grup Piala Eropa 2024, Grup B Grup Neraka
Surbatovic menegaskan kepada RTS bahwa FSS akan meminta sanksi dari UEFA, bahkan dengan risiko tidak melanjutkan kompetisi.
Serbia memiliki hubungan yang rumit dengan Albania dan Kroasia selama beberapa dekade terakhir. Pecahnya Yugoslavia di era 1990-an memicu serangkaian perang berdarah di Bosnia, Kroasia, dan Slovenia.
Banyak pihak yang menuding mendiang Presiden Serbia Slobodan Milosevic sebagai pihak yang memicu konflik tersebut.
Selain itu, Serbia juga terlibat dalam perang melawan pemberontak etnis Albania di provinsi Kosovo pada akhir 1990-an. Konflik ini berujung pada intervensi NATO.
Keikutsertaan Serbia dalam Piala Eropa 2024 merupakan yang pertama sejak pecahnya Yugoslavia. Sebelumnya, tim asuhan Dragan Stojkovic ini harus mengakui kekalahan 0-1 dari Inggris pada pertandingan pembukaan. Stojkovic sendiri menilai para pemainnya terlalu menghormati lawannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









