Dilema Yusuf Sirat di Pilkada Karimun, Punya Rumah tapi Diusir Paksa

Yusuf Sirat saat mengambil formulir pendaftaran melalui jalur independen ke kantor KPU Karimun.

Karimun (gokepri.com) – Pupus sudah harapan Muhammad Yusuf Sirat (MYS) diusung Partai Golkar sebagai kandidat calon pemilihan kepala daerah Karimun, November 2024 mendatang.

Yusuf Sirat merupakan politisi senior Partai Golkar Karimun. Dia sudah dua kali duduk sebagai anggota DPRD Karimun dan dua kali di DPRD Kepri.

Hanya saja, pada pemilihan umum legislatif 2024 kemaren, MYS gagal melenggang ke Canggai Puteri.

HBRL

Dia kemudian mencoba peruntungan maju dalam kontestasi pilkada Karimun.

Tentu saja, harapan terbesarnya akan diusung oleh partainya sendiri, Partai Golkar.

Namun, ternyata berdasarkan pernyataan Ketua Dewan Pembina DPD Partai Golkar Kepri, Ansar Ahmad, Partai Golkar justru lebih memilih ‘orang luar’ maju pilkada Karimun.

Orang luar yang dimaksud adalah Muhammad Firmansyah yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pemkab Karimun.

“Ketua Dewan Pembina Golkar Kepri sudah memberi pernyataan yang akan merekomendasikan Firmansyah (Sekda Karimun jadi calon Bupati),” ujar Yusuf Sirat.

Dengan keputuan itu, dia menilai Partai Golkar tidak memberi ruang kepada kader yang telah turut membesarkan elektabilitas partai untuk meningkatkan karir politik.

Padahal, berdasarkan Rakerda Golkar 2023 lalu ada tiga nama yang diusung Golkar maju pilkada Karimun, yakni Yusuf Sirat, Raja Bakhtiar dan Sulistina.

Namun, berdasarkan surat mandat dari Ketua Umu Golkar mengerucut menjadi dua nama yakni Yusuf Sirat dan Raja Bakhtiar.

Terakhir, kedua nama dua kader terbaik Partai Golkar Karimun itu tiba-tiba menghilang dan digantikan dengan nama Muhammad Firmansyah.

Dalam kepengurusan Partai Golkar Karimun, sebenarnya Yusuf Sirat memiliki jabatan mentereng. Dia merupakan Ketua Harian DPD Golkar Karimun. Sementara, Ketua DPD Golkar Karimun dipegang Aunur Rafiq, Bupati Karimun saat ini.

Mantan Ketua DPD Partai Golkar Karimun, Raja Bakhtiar turut angkat bicara terkait polemik ini. Dia menilai, Yusuf Sirat bagaikan terusir dari rumah sendiri.

“Punya rumah, tapi diusir paksa,” ungkap Raja Bakhtiar yang juga mantan Ketua DPRD Karimun periode 2009-2014 ini.

Dia juga seolah menyampaikan pesan menohok kepada pengurus partai tersebut.

“Tidak pandai berterima kasih,” ungkapnya.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait