Petani Teluk Radang Kian Berkembang Sejak Ditetapkan Jadi Desa BRILian

Ahmad Muslih (baju batik) saat menjabat sebagai Kepala BRI Unit Tanjungbatu menyerahkan bantuan kepada perangkat Desa Teluk Radang.

Karimun (gokepri.com) – Desa Teluk Radang di Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun merupakan kawasan sentra pertanian khususnya tanaman padi di Kabupaten Karimun.

Pemerintah Kabupaten Karimun menetapkan sekitar 278 hektar lahan di Desa Teluk Radang sebagai sawah non irigasi. Daerah tersebut kerap didatangi Kementerian Pertanian karena panen padi dinilai berhasil.

Potensi besar yang dimiliki Desa Teluk Radang juga menjadi perhatian serius Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan menetapkan Desa Teluk Radang sebagai Desa BRILian.

Sejak ditetapkan sebagai Desa BRILian pada 2021, banyak manfaat yang dirasakan oleh puluhan petani yang ada di daerah itu. Apalagi dengan adanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sri Banian yang membantu segala kebutuhan petani di sana.

Petani yang dulunya harus membeli bibit, pupuk bahkan alat-alat pertanian hingga ke Tanjungbalai Karimun, sekarang sudah bisa mendapatkan langsung di BUMDes Sri Banian.

Bukan hanya kemudahan mendapatkan bibit dan pupuk, pengetahuan petani di sana juga semakin meningkat berkat adanya penyuluhan dan pembinaan yang dilakukan BRI.

Bahkan, pengurus BUMDes Sri Banian sekali sebulan rutin melaksanakan zoom meeting dengan pengurus BUMDes di seluruh Indonesia yang digelar BRI Pusat sepanjang tahun 2023.

“Kami merasa bersyukur sekali. Banyak manfaat yang kami rasakan sejak menjadi Desa BRILian,” ujar Anja Asmara, selaku Sekretaris BUMDes Sri Banian, Desa Teluk Radang, Selasa 23 April 2024.

Ahmad Muslih ketika masih menjabat Kepala BRI Unit Tanjungbatu menyerahkan bantuan bibit durian dan alpukat kepada petani melalui BUMDes Sri Banian Desa Teluk Radang.

Kata Anja, BUMDes Sri Banian mulai berdiri sejak 2018 lalu, namun ketika pandemi Covid-19 sempat vakum dan kembali aktif pada 2022 hingga sekarang.

Menurut dia, banyak perhatian yang diberikan BRI kepada petani di Desa Teluk Radang sejak menjadi Desa BRILian, diantaranya bantuan bibit durian, alpukat dan matoa.

“Banyak pelatihan yang kami terima dari BRI seperti pelatihan administrasi, peningkatan ekonomi, dan sharing dengan desa lainnya di seluruh Indonesia. Intinya, bagaimana BUMDes bisa lebih maju,” ungkapnya.

Dikatakan, masyarakat Desa Teluk Radang mayoritas hidup sebagai petani. Dengan pembinaan yang diberikan BRI, tentu berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan taraf hidup para petani.

“Rata-rata kami menanam padi, cabai, jagung, semangka. Ada juga perkebunan seperti durian, alpukat dan juga matoa. Sejak jadi Desa BRILian, jelas kehidupan petani makin meningkat,” ungkap pria yang juga staf pendukung di Desa Teluk Radang ini.

Kepala BRI Unit Tanjungbatu, Dhamir Ely mengatakan, pembinaan Desa Teluk Radang sebagai Desa BRILian merupakan agenda rutin yang dilaksanakan BRI Unit Tanjungbatu.

“Pulau Kundur merupakan sentra pertanian di Kabupaten Karimun dan memang fokus kami ke ekosistem pertanian, salah satunya adalah Desa BRILian di Teluk Radang,” ujar Dhamir Ely.

Dikatakan, pengembangan Desa Teluk Radang sebagai Desa BRILian merupakan program berkelanjutan setiap tahunnya.

“Ini merupakan program berkelanjutan. Sampai sekarang masih terus berjalan dengan lancar. Alhamdulillah, tak ada kendala sama sekali,” ungkapnya.

Sementara, Ahmad Muslih selaku Kepala BRI Unit Tanjungbatu sebelumnya menambahkan, BRI Unit Tanjungbatu memang memprioritaskan pengembangan Desa BRILian di Teluk Radang dan Desa Lubuk melalui BUMDes di daerah itu.

“Kita telah melakukan pembinaan dan penyuluhan petani Desa BRILian di Kundur. Sebenarnya, kami telah menggabungkan beberapa desa yang ada di Kundur untuk menampung aspirasi para petani,” ujar Ahmad Muslih.

Bukan hanya pembinaan dan penyuluhan, pihaknya rutin setiap melaksanakan zoom meeting dengan seluruh pengurus BUMDes yang ada di Indonesia.

“Sejak awal 2023, tiap bulan kami rutin melaksanakan zoom meeting melalui BRI Pusat dengan seluruh pengurus BUMDes yang ada di Indonesia,” jelas pria yang sekarang menjabat sebagai Kepala BRI Unit Kota Bestari, Tanjungpinang ini.

Kata Muslih, banyak manfaat yang dirasakan pengurus BUMDes usai melakukan zoom meeting tersebut, salah satunya pengurus BUMDes bisa saling berbagi informasi dengan petani seperti pemasaran hasil pertanian.

“Misalnya, Kundur kan penghasil karet. Jadi saat zoom meeting itu para pengurus BUMDes saling berdiskusi dan berbagi informasi terkait pemasaran dan harga karet. Sehingga, mereka bisa saling memberi dan menerima informasi,” terangnya.

Pihaknya juga telah dua kali memberikan bantuan bibit durian, alpukat dan juga matoa.

“Bantuan pertama sekitar 200 an bibit untuk setiap jenis tanaman dan bantuan kedua kisaran 100 an bibit,” tutur Muslih.

Dirinya berharap, agar Desa BRILian Teluk Radang dan juga Desa Lubuk di Pulau Kundur bisa semakin maju dan berkembang, sesuai dengan potensi yang dimiliki dua desa tersebut.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait