Tanjungpinang (gokepri.com) – Pintu masuk Dermaga Pelantar Kuning menuju Penyengat ditutup sementara. Penutupan itu dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjungpinang melalui surat imbauan bagi pengguna Dermaga Pelantar Kuning pada Jumat 5 April 2024.
Dalam surat imbauan tersebut tertulis pada Senin 8 April 2024 pintu portal masuk dermaga akan ditutup (digembok) sementara waktu.
Sedangkan bagi kendaraan yang terparkir di dalam dermaga untuk segera dikeluarkan atau memarkirkan kendaraannya di luar dermaga. Kabid Pelayaran dan Udara Dishub Tanjungpinang Tri Putranto mengatakan kendaraan tersebut dikeluarkan untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan kendaraan selama libur Idul Fitri.
Baca Juga: Pelantar Kuning Penyengat Mau Roboh, Belum Ada Anggaran untuk Perbaikan
Tri meminta dengan tegas agar masyarakat tidak memarkirkan kendaraan sepanjang Dermaga Pelantar Kuning.
“Imbauan berlaku saat kami mulai pemasangan surat himbauan maupun portal,” kata dia, dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang, Minggu 7 April 2024.
Dishub Tanjungpinang juga mengimbau bagi para penambang pompong untuk menyediakan life jacket saat melakukan pelayaran menuju ke Pulau Penyengat. Selain itu penambang juga dimintanya untuk memperhatikan kapasitas kapal.
“Kami imbau kepada penambang agar tidak melebihi kapasitas kapal,” ujarnya.
Dermaga Pelantar Kuning merupakan satu-satunya akses menuju Pulau Penyengat. Meski demikian kondisinya sering dikeluhkan masyarakat dan penggunanya. Hal ini karena banyak tiang penyangga yang patah dan beberapa bagian pelantar keropos.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang Zulhidayat pada Februari lalu mengatakan saat ini belum ada anggaran untuk perbaikan atau revitalisasi Pelantar Kuning Penyengat. Ia mengatakan revitalisasi pelabuhan itu akan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kalau dari DAK (Dana Alokasi Khusus) daerah tidak ada. Tapi kita usahakan dulu,” kata dia, Jumat 2 Februari 2024.
Ia meminta, masyarakat agar berhati-hati jika ingin menyeberang lewat pelantar tersebut. Ia juga menimbau kepada masyarakat agar tidak parkir di atas pelantar.
“Pelantar itu didesain tidak untuk parkir. Jadi kalau cuma untuk orang lewat masih kuat,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
***









