Batam (gokepri.com) – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyiapkan uang Rp2 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran pada Lebaran Idul Fitri 1445 hijriah. Jumlah ini meningkat sampai 5,3 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp1,9 triliun.
Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri, Suryono mengatakan hal tersebut saat peluncuran Program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) di halaman Kantor Perwakilan BI Kepri di Kota Batam pada Rabu, 20 Maret 2024.
Suryono menjelaskan peningkatan tersebut memperhitungkan angka asumsi makro, tren realisasi tahun-tahun sebelumnya secara historis dan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik.
Baca Juga: Melihat Uang Kuno Asli Kepulauan Riau di Museum Bank Indonesia
Ia menambahkan, meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen mudik lebaran juga mendorong peningkatan kebutuhan uang kartal menjadi lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Suryono mengatakan kebutuhan uang untuk momen lebaran dipenuhi melalui layanan kas keliling BI, layanan penukaran uang bersama BI dan perbankan, serta layanan penukaran uang di 147 titik loket perbankan di seluruh Kepri.
“Masyarakat dapat layanan tersebut mulai tanggal 15 Maret-5 April 2024. Untuk mengetahui informasi jadwal layanan kas keliling BI dan tata cara penukaran uang, masyarakat dapat mengakses tautan https://pintar.bi.go.id,” kata Suryono.
Ia menjelaskan selama periode Ramadan dan Idul Fitri, kebutuhan uang secara nasional diperkirakan meningkat menjadi Rp197,6 triliun atau naik 4,65 persen dibandingkan realisasi tahun 2023 yang sebesar Rp188,8 triliun.
“Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, BI menyelenggarakan layanan penukaran di 499 titik dan pelayanan penukaran di perbankan seluruh 4.264 kantor bank/titik yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata dia.
Kegiatan Serambi 2024 merupakan bentuk kontribusi Bl dalam rangka menyambut peringatan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan wujud perhatian BI untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat.
“Serambi 2024 juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai dengan kebutuhan, berbelanja produksi dalam negeri, serta menabung dan berinvestasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui rupiah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi









