Delapan Hari Operasi Seligi 2024, Ratusan Pengendara Kena Tilang

operasi seligi 2024
Dirlantas Polda Kepri Kombes Tri Yulianto memberikan arahan kepada para personel dalam rangka Operasi Keselamatan Seligi 2024. Foto: Humas Polda Kepri

Batam (gokepri.com) – Selama delapan hari sejak 4 Maret 2024 lalu Operasi Keselamatan Seligi 2024 diberlakukan di Kepri, Ditlantas Polda Kepri catat 415 pelanggaran lalu lintas melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Ratusan pengendara pun kena tilang.

Operasi Keselamatan Seligi 2024 masih akan diberlakukan hingga 17 Maret 2024. Dirlantas Polda Kepri Kombes Tri Yulianto mengatakan dari total pelanggaran tersebut, 107 tilang diberikan kepada pengendara yang tidak menggunakan helm.

“261 tilang diberikan kepada mereka yang tidak menggunakan sabuk pengaman, 10 tilang diberikan kepada pengemudi yang menggunakan handphone saat berkendara,” ujarnya, Selasa 12 Maret 2024.

HBRL

Baca Juga: Siap-siap, Polda Kepri Gelar Operasi Seligi 2024 Selama 14 Hari

Kemudian 32 tilang diberikan kepada kendaraan dengan nomor TNKB tidak sah, dan 5 tilang diberikan kepada penumpang yang tidak menggunakan helm.

“Langkah penindakan ini dilakukan sebagai upaya penegakan aturan dan keselamatan berlalu lintas,” kata dia.

Tri mengungkapkan berdasarkan data yang ada menunjukkan perbandingan antara kecelakaan lalu lintas dan jumlah korban pada tahun 2023 dan 2024.

“Tercatat 23 kecelakaan lalu lintas dengan 2 korban meninggal dunia, 9 korban luka berat, dan 30 korban luka ringan. Sedangkan pada tahun 2024, meskipun jumlah kecelakaan mengalami sedikit penurunan menjadi 22 kasus, namun korban meninggal dunia tetap sebanyak 2 orang,” kata dia.

Sementara itu untuk jumlah korban luka berat ada penurunan dari tahun lalu berjumlah 9 orang menjadi 8 orang. Serta jumlah korban luka ringan dari 30 orang menjadi 29 orang.

Ia mengatakan Ditlantas Polda Kepri terus mengoptimalkan kegiatan pencegahan seperti penyuluhan lalu lintas dan sosialisasi keselamatan. Meningkatkan gerakan keselamatan secara offline maupun online kepada siswa-siswi sekolah dan masyarakat sekitar, serta kepada perusahaan-perusahaan terkait.

“Penting untuk menerapkan tindakan represif yang tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan terhadap pelanggaran lalu lintas, dengan memastikan penerapan mekanisme dan prosedur yang telah ditetapkan,” kata dia.

Pihaknya juga terus melakukan evaluasi secara berkelanjutan terhadap kegiatan dan tindakan yang dilakukan. Ia berharap dapat terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam upaya peningkatan keselamatan berlalu lintas.

Personelnya juga diminta meningkatkan penjagaan, patroli, dan pengaturan di titik-titik rawan kemacetan, kepadatan lalu lintas, dan daerah rawan kecelakaan.

“Dengan meningkatkan pengawasan dan pengaturan di titik-titik tersebut, diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

***

Pos terkait