Bintan (gokepri.com) – Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan I) melakukan pemantauan dan monitor di perairan Timur Selatan Pulau Bintan.
Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Agus Hariadi menjelaskan, pemantauan dilakukan untuk memastikan sejauh mana keamanan laut Indonesia. Pemantauan dilakukan berdasarkan Alur Laut Kepulauan Indonesia I (ALKI).
“Laut Natuna atau Laut Cina Selatan masih dalam wilayah Kogabwilhan I,” kata dia, Kamis 29 Februari 2024.
Baca Juga: Kapal Malaysia Karam di Perairan Bintan, Tim SAR Selamatkan 6 ABK
Ia menjelaskan, pemantauan itu melibatkan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI juga dikerahkan dalam pemantauan dan monitoring tersebut.
“Kegiatan itu gabungan di bawah Kogabwilhan I sebagai komandan operasi. Kegiatan panglima memonitoring kegiatan operasi gabung matra,” kata dia, Kamis 29 Februari 2024.
Agenda kegiatan tersebut di antaranya melaksanakan Air Manoeuvering Departure (AMD) dengan komuniksi 2 arah melalui radio HF Freq. Lalu, berangkat dari Pekanbaru, Laks Ops ALKI-I, rute ; RSN-SAS-HNM. Selanjutnya, Hawk 109-209 tiba di area PAUS ALKI-I ( GND-FL 100). Terakhir, melaksanakan Air Joining Procedure (AJP) dgn KRI Procedure identifikasi Delta.
Ia menjelaskan, kegiatan pemantauan itu melibatkan unsur TNI AL diantaranya Kogaslagab (Koarmada I TNI-AL), KRI SUR-645, KRI JOL-358, dan KRI WIR-379. Sementara, unsur TNI AU adalah Kogasudgab (Koopsud I TNI-AU), 2 Pesud Fighter Hawk 109-209 (Ops Alur Ambara-24).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti








