Batam (gokepri.com) – Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait subsidi pengangkutan cabai. Hal ini dilakukan sebagai upaya memastikan kelancaran distribusi cabai di Kepri.
Untuk mengatasi kekurangan pasokan cabai, Pemerintah Provinsi Kepri juga berkolaborasi dengan wilayah penghasil cabai di Provinsi Sulawesi dan Aceh dalam kerja sama antardaerah (KAD).
Ansar mengatakan dua provinsi tersebut merupakan daerah penghasil cabai yang surplus dari provinsi lainnya.
Baca Juga: Harga Cabai Meroket, Kepri Datangkan dari Sulawesi dan Aceh
“Kalau cabai memang pasokan kita agak berkurang tapi kita sudah melakukan kerja sama dengan beberapa provinsi yang hari ini masih surplus cabainya seperti Sulawesi dan Aceh, juga untuk meringankan beban harga jual nanti,” kata Ansar.
Sementara itu, ia juga mencatat perbedaan harga cabai di Kabupaten Anambas yang lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah kabupaten dan kota lain di Kepri.
Harga cabai di Kabupaten Anambas mencapai Rp120 ribu per kilogram, sementara di daerah lainnya Rp90 ribu per kilogram.
“Makanya kita akan cek betul apa penyebabnya. Kalau di sana (Anambas) living cost-nya tinggi saya kira bukan itu persoalannya, tapi ada persoalan lain nanti yang kita akan pelajari, mungkin jalur distribusinya atau transportasinya,” ujar dia.
Ansar berencana untuk melakukan intervensi dengan pengembangan kebun cabai di Anambas untuk memastikan pasokan yang cukup.
Meskipun dalam tahun terakhir Pemprov Kepri sudah memberikan bantuan pupuk dan bibit untuk kebutuhan 100 hektare lahan kebun, Ansar menyebut bahwa porsi bantuan untuk Anambas masih tergolong kecil.
“Nanti kita cek dulu neraca kebutuhan cabai Anambas,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi









