Karimun (gokepri.com) – Kelangkaan gas LPG 3 kg kembali melanda Karimun. Sudah dua pekan ini, pasokan gas melon tersebut terputus dari agen ke pangkalan.
Akibatnya, masyarakat menengah ke bawah yang selama ini menggantungkan hidupnya untuk memasak dari gas LPG 3 kg menjadi kewalahan.
Setelah dua pekan kosong, agen mulai menyalurkan gas LPG 3 kg ke masyarakat sejak Senin, 19 Februari 2024 ke sejumlah pangkalan yang ada di Pulau Karimun Besar.
Tentu saja, kedatangan gas yang sudah lama ditunggu-tunggu tersebut menjadi rebutan masyarakat.
Salah satu pangkalan yang menjadi sasaran masyarakat adalah pangkalan yang berada di Baran Satu, Kelurahan Baran Timur atau persis di jalan masuk ke Markas Polairud Polres Karimun.
Begitu truk pengangkut masuk, warga langsung mengantre untuk mendapatkan gas LPG 3 kg tersebut.
Warga rela mengantre sambil menenteng dua tabung gas kosong di pinggir jalan untuk menunggu giliran.
“Sudah keliling kami mencari gas tapi tak dapat-dapat. Untung kami dapat di sini. Biarlah harus mengantre tak apa,” ujar Dina, warga Meral.
Dina menyebut, dia sengaja menyimpan dua tabung gas kosong di rumahnya untuk cadangan.
“Kami punya dua tabung kosong. Ini dua-duanya sudah kosong. Makanya kalau tak dapat juga hari ini, kami tak tahu lagi masak pakai apa,” tuturnya.
Sementara, salah seorang karyawan PT BAS selaku agen penyaluran gas LPG 3 kg ke pangkalan menyebut, terlambatnya distribusi gas ke pangkalan karena antrean kapal di Tanjunguban.
“Kapal yang membawa gas mengantre di Tanjungubang sehingga lambat masuknya,” ujar karyawan tersebut.
Penulis: Ilfitra









