Tanjungpinang (gokepri) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang menggelar pemantapan berupa simulasi pencoblosan Pemilu 2024, dalam simulasi tersebut diikuti sebanyak 200 pemilih.
Simulasi pencoblosan ini digelar untuk menarik minat masyarakat dalam pentingnya memberikan hak suara. Simulasi dibuat semirip mungkin sebagaimana pada saat pemilihan. Prosesi pencoblosan juga tidak memakai waktu yang lama.
Prosesi simulasi digelar di Kompleks Bintan Center TPS 28, Kota Tanjungpinang. Alur pencoblosan di TPS sesuai prosedur yang berlaku, dimulai dari mengisi daftar hadir dan menyerahkan KTP kepada petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara.
Baca Juga: KPU Tanjungpinang: Pasang APK di Area Privat Harus Izin Pemilik
Nantinya petugas KPPS memanggil nama pemilih untuk mengambil surat suara dan menuju ke bilik suara untuk mencoblos.
Usai mencoblos, surat suara dilipat dan dimasukkan ke dalam kotak suara, lalu dilanjutkan dengan mencelup jari ke dalam tinta sebagai tanda sudah memberikan hak suara di Pemilu 2024.
Komisioner KPU Kota Tanjungpinang, Andri Yudi, mengatakan, simulasi ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk nyata pelaksanaan Pemilu yang akan diselenggarakan pada 14 Februari 2024 mendatang.
Pencoblosan ini memperagakan lima jenis surat suara yaitu DPRD kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI dan presiden beserta wakil presiden sedangkan nama partai nama menggunakan nama buah.
“Ini adalah bentuk nyata yang akan kita peragakan bagaimana nanti kondisi sebenarnya real di lapangan pada waktu pemungutan suara 14 Februari mendatang, TPSnya juga real dan jumlah pemilihnya kita undang 200,” kata dia, Senin 29 Januari 2024.
Nantinya berbagai temuan saat simulasi akan disampaikan ke KPU RI sebagai bahan evaluasi, sehingga dapat diminimalisir saat hari pencoblosan. Ia berharap, saat masa pencoblosan bisa berjalan dengan lancar.
“Ketika ada masalah tentang hak suara. Para petugas sudah siap dengan kondisi iru,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









