Tanjungpinang (gokepri.com) – Seorang anak rentan putus sekolah di Kampung Bugis, Tanjungpinang mendapat pendampingan asuh oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Tanjungpinang.
Pendampingan itu untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada anak yang rentan drop out dari sekolah. Pemilihan siswa yang didampingi ini berdasarkan laporan dari pihak sekolah maupun dari warga.
“Kami dibantu aparat kelurahan dan warga setempat turut membantu membersihkan, mengemas, dan merapikan lingkungan rumah keluarga anak,” kata Kepala DP3APM Rustam, Kamis 25 Januari 2024, dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.
Baca Juga: 7 Bulan, 37 Anak Tanjungpinang Jadi Korban Kekerasan
Rustan mengatakan anak rentan putus sekolah harus mendapat penguatan dan dibimbing karena saat ini hanya tinggal dengan kakak dan kakeknya yang sudah berusia lanjut.
“Ia harus tetap bersekolah guna mendapatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal untuk masa depannya nanti,” ujarnya.
Rustam mengatakan anak-anak putus sekolah harus didorong untuk melanjutkan Pendidikan, minimal sampai jenjang SMA atau sederajat.
Selain membantu membersihkan lingkungan rumah, DP3APM Tanjungpinang juga memberikan bantuan berupa 2 set kasur langkap dengan bantal, meja belajar, rak baju plastik dan lemari plastik.
DP3APM Tanjungpinang juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) agar keluarga anak tersebut dimasukkan ke dalam DTKS.
“Termasuk dorongan kepada pihak sekolah agar anak tersebut diprioritaskan dalam pemberian beasiswa,” tambahnya.
Ia mengatakan lingkungan tempat tinggal sangat mendukung kesehatan, tumbuh kembang dan motivasi anak.
“Lingkungan yang bersih dan tertata akan sangat membantu menumbuhkan sikap positif anak,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
***









