Batam (gokepri) – Protokol kesehatan kembali diterapkan di pelabuhan internasional di Kepri menyusul merebaknya Covid-19. Pemerintah mewaspadai gelombang pelancong pada Natal dan Tahun Baru 2024.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Riau (Kepri) menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait dengan kewaspadaan COVID-19 yang menerpa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Kepala Dishub Kepri Junaidi mengatakan kewaspadaan tersebut ditujukan kepada pelabuhan-pelabuhan di Kota Batam, Tanjungpinang, dan Karimun, yang terintegrasi dengan negara tetangga.
Baca Juga:
- Kasus Covid-19 di 21 Provinsi Meningkat, Termasuk Kepri
- 4 Orang Suspect, Satgas Covid-19 Tanjungpinang Diaktifkan
“Pelabuhan yang terintegrasi dengan negara tetangga itu harus menyiapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh Karantina Kesehatan, seperti di Karimun, Tanjungpinang, Batam,” katanya, Jumat (16/12), dilansir dari Antara.
Selain itu ia menambahkan surat edaran tersebut ditujukan kepada daerah perbatasan dengan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang cukup tinggi. Hal tersebut juga seiring dengan momen libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, dimana Kepri menjadi salah satu pilihan bagi wisman untuk berkunjung.
Sebelumnya, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk internasional, seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19 yang terjadi di Singapura.
Kepala KKP Kelas I Batam Ahmad Hidayat di Batam, Kamis, mengatakan hal tersebut dilakukan dengan kembali dipasangnya alat pengukur suhu badan di pelabuhan internasional yang ada di kota itu.
“Sebenarnya kalau kami melakukan pengetatan dan pengawasan itu mulai dari adanya kasus pneumonia, itu kami sudah mulai sosialisasi kepada masyarakat kemudian melakukan peningkatan dan pengawasan di pelabuhan. Itu yang kami lakukan dari kemarin,” kata Ahmad.
Ia mengatakan hingga saat ini tidak ada persyaratan khusus untuk perjalanan dari luar negeri ke Indonesia, tetapi pihaknya tetap melakukan pengawasan di pintu masuk.
4 Suspek Covid
Pemerintah Kota Tanjungpinang menyiapkan kembali Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 demi mencegah terjadinya penyebaran virus masuk ke wilayah tersebut.
“Kami aktifkan kembali Satgas Covid-19 di setiap masing-masing fasilitas kesehatan baik Puskesmas dan Rumah Sakit,” kata Kepala Dinkes Tanjungpinang, Elfiani Sandri, Jumat 15 Desember 2023.
Menurut dia, peran Satgas Covid-19 sangat penting karena akan mengkoordinasikan langkah konkret dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) maupun seluruh sektor yang terlibat.
“Kami telah telah melakukan koordinasi di setiap Fasilitas Kesehatan (Faskes) Puskesmas hingga rumah sakit dalam kesiapan untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19 yang kembali muncul,” kata dia.
Ia menyebut tiap rumah sakit di Tanjungpinang telah menyediakan ruang isolasi jika ada masyarakat yang terpapar virus Covid-19. “RSUD Kota itu ruang isolasinya sudah ada kemudian RSUP dan juga RSAL juga tersedia ruangan isolasi kesehatan,” katanya.
Berdasarkan data yang ia paparkan, ada sebanyak 4 warga Tanjungpinang yang tersuspect oleh virus Covid-19. Data ini diambil dari data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). “Kita dinyatakan endemi itu akhir Juni tahun 2023 sampai minggu ini hanya terdapat 4 warga yang tersuspect Covid,” jelas dia.
Keempat warga Tanjungpinang itu telah mendapatkan perawatan oleh petugas medis dan tata laksana penyembuhan. “Empat orang itu melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing,” ucapnya.
Diberitakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan situasi COVID-19 di Indonesia mengalami tren peningkatan terutama pada 21 provinsi dalam kurun beberapa pekan terakhir.
“Kemenkes telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Lonjakan Kasus COVID-19,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi, Kamis (14/12), dikutip dari Antara.
Dilansir melalui laman Infeksi Emerging Kemenkes RI, provinsi yang mengalami tren peningkatan kasus yakni Banten, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Situasi yang sama juga dilaporkan dari Kepulauan Riau, Lampung, NTT, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
Tren kenaikan kasus mingguan COVID-19 nasional per 9 Desember 2023 dilaporkan menyentuh angka 554 kasus positif. Sejak grafiknya dilaporkan menanjak mulai pekan ke-41 atau periode 8-14 Oktober 2023, kasus konfirmasi mingguan meningkat 134 persen per pekan.
Sedangkan kasus konfirmasi COVID-19 hari ini dilaporkan mencapai 359 kasus, sebanyak 79 diantaranya dilaporkan sembuh dan total kasus aktif mencapai 1.449 kasus.
Nadia memastikan peningkatan tren kasus itu tidak diikuti dengan peningkatan rawat inap dan kematian. Namun demikian Kemenkes menyatakan perlu ada upaya pencegahan penularan serentak oleh seluruh elemen masyarakat.
“Kasus COVID-19 kali ini didominasi oleh sub-varian EG.5 yang merupakan turunan dari varian Omicron dan masuk dalam kategori Variants of Interest (VoI) atau varian yang memiliki mutasi genetik yang diprediksi dapat mempengaruhi karakteristik klinis virus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









