Bahlil Minta Warga Rempang Tak Perlu Khawatir soal Pembangunan Kampung Baru di Sijantung

Bahlil Rempang
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia memberi keterangan pers usai rapat di Hotel Marriot Harbour Bay Batam, Minggu 17 September 2023. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

Batam (gokepri) – Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menjamin pembangunan kampung nelayan baru di Dapur 3 Sijantung akan diselesaikan meski berganti pemerintahan pada 2024.

Hal itu ditegaskan Bahlil karena menjadi salah satu kekhawatiran dari warga Rempang jika kampung baru itu belum tentu dibangun dan terwujud seperti janji pemerintah.

Dapur 3 di kawasan Sijantung, Pulau Galang, menjadi lokasi pemukiman baru untuk warga Rempang yang direlokasi karena proyek Rempang Eco City.

HBRL

Baca Juga: Warga Rempang Dijanjikan Sertifikat Tanah di Dapur 3 Sijantung

Bahlil mengungkap rencana pemerintah dengan landasan hukum akan terus berlanjut. “Begini, pemerintah itu orangnya boleh berganti, tapi pemerintahan itu jalan terus. Kalau sudah menjadi keputusan dan landasan hukumnya sudah kuat, enggak perlu ada keraguan itu,” kata Bahlil di Batam, Minggu 17 September 2023.

Tidak semua dari alokasi lahan di Rempang seluas 17 ribu hektare akan digusur kemudian menjadi kawasan ekonomi. Menurut Bahlil, ada sekitar 10 ribu hektare kawasan hutan lindung yang tidak bisa dikelola. Sehingga hanya 7 ribu hektare hingga 8 ribu hektare yang akan digarap PT Makmur Elok Graha.

“Untuk kawasan industri yang tahap pertama itu kurang lebih 2.000 sampai 2.500. ini yang harus kita clear and clean,” kata Bahlil.

Baca Juga: Xinyi Dirayu Negara Lain, Investasi China Rp175 Triliun di Rempang Terancam Melayang

Bahlil mengatakan untuk pembangunan rumah sebagai kompensasi dampak relokasi pengembangan Rempang Eco City membutuhkan waktu hingga 7 bulan dalam tahap pertama.

“Membangun rumahnya itu paling lama 6, 7 bulan. Kalau 6,7 bulan Pak Rudi ini masih Walikota (Batam), Pak Ansar juga masih Gubernur (Kepri), kami bertiga juga masih menteri, kecuali besok pagi Pak Presiden punya mimpi lain. Jadi keraguan itu tidak perlu ada,” kata Bahlil.

“Itu kan totalnya, ini kan bertahap kita membangunnya. Contoh kayak sekarang di lokasi 2.000 sampai 2.500 itu hanya 700 KK,” lanjutnya.

Pemerintah yakin pembangunan rumah sebagai kompensasi atas dampak relokasi itu akan diselesaikan. Jadi gampang lah saya pikir, saya ini mantan kontraktor kalau cuma bangun 2.000, 3.000 ribu rumah itu enggak terlalu susah itu, kontraktor begitu banyak uang cepat, banyak cara itu dilakukan,” ungkap Bahlil.

Hanya Bahlil belum menjawab persoalan keinginan warga yang tidak ingin direlokasi. “Nanti kita lagi bicarakan ya,” tutup bahlil saat ditanya terkait kemungkinan investasi bisa berdampingan dengan kampung tua.

Baca Juga: INFOGRAFIS: Linimasa dan Jejak Pengembangan Rempang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait