Berusaha Maksimal Mencari Solusi Terbaik Relokasi Warga Rempang

Gubernur Kepri rempang
Konferensi pers Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Kepala BP Batam Muhammad Rudi bersama Forkopimda di Graha Kepri, Batam Center, Kota Batam, Selasa 12 September 2023. Foto: gokepri/Engesti Fedro

Batam (gokepri) – Pemimpin-pemimpin di Provinsi Kepulauan Riau berusaha mencari solusi terbaik bagi warga Rempang yang akan direlokasi karena investasi Rempang Eco-City.

Mereka berkomitmen untuk menjamin kehidupan masyarakat di kampung tua Pulau Rempang termasuk meningkatkan kesejahteraan mereka ketika selama sebelum direlokasi hingga relokasi ke kampung nelayan baru.

Sesuai rencana BP Batam, lokasi baru untuk masyarakat di 16 kampung tua atau kampung adat pulau Rempang diputuskan berada di Dapur 3 Sijantung, Pulau Galang. Kawasan baru ini masih satu garis pantai dari kawasan kampung tua.

HBRL

Baca Juga: 

Komitmen pemenuhan hak dan upaya meningkatkan kesejahteraan ini disampaikan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi saat konferensi pers bersama Forkopimda di Graha Kepri, Batam Center, Kota Batam, Selasa sore, 12 September 2023. Tampak Kapolda Kepri Irjen Pol Tabana Bangun, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Danlantamal IV hingga Ketua LAM Kepri ketika konferensi pers.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi saat konferensi pers memaparkan panjang lebar mengenai perencanaan relokasi warga terutama pemenuhan hak, fasilitas dan kesejahteraan sebelum relokasi dan saat relokasi di kawasan baru. “Kita sudah sepakat sebetulnya dari pusat ke daerah, mudah-mudahan masyarakat bisa terima dengan baik. Kalau tidak, kita buka ruang untuk berdialog dengan kami,” kata Rudi. “Kami pasti akan berusaha maksimal bagaimana rakyat kami bisa menikmatinya.”

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan konsep bagaimana investasi di Rempang berkembang kemudian kehidupan masyarakat jadi lebih baik dan sejahtera menjadi tujuan pemerintah. “Kami semua sepakat akan membangun kawasan itu (Dapur 3) menjadi kawasan nelayan yang lebih menjadikan kehidupan lebih baik lagi yang bernuansa Melayu,” ujar Ansar.

Pemenuhan Hak Warga yang Direlokasi

BP Batam menyiapkan uang sewa rumah sebesar Rp1,2 juta per bulan bagi warga Rempang yang direlokasi karena pengembangan kawasan Rempang Eco City.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi di Batam, Selasa mengatakan uang tersebut digunakan bagi warga Rempang yang memilih untuk mencari tempat tinggal sementara di luar lokasi yang telah ditetapkan oleh BP Batam.

“Jadi sementara ini ada lokasi sementara untuk relokasi warga karena yang permanen belum selesai. Kita beri kebebasan kepada mereka, BP Batam akan menyiapkan uang sewa rumah akan kita berikan per bulannya Rp1,2 juta setiap satu rumah,” kata Rudi.

Selain menyiapkan uang sewa rumah, pihaknya juga akan menyiapkan uang makan bagi setiap warga Rempang per bulannya dengan besaran Rp1,2 juta.

“Jadi semisal dalam keluarga ada bapak, ibu, tambah dua anak maka ada empat orang, dikalikan Rp1,2 juta sudah Rp4,8 juta, kemudian ditambah lagi Rp1,2 juta uang sewa tadi, berarti Rp6 juta. Kalau dia tidak mengambil rumah yang disiapkan oleh BP Batam, karena BP Batam mencari rumah hari ini cukup sulit maka rusun yang kita tawarkan,” ujar dia.

Ia menyampaikan saat ini BP Batam telah menyiapkan sejumlah rumah susun (rusun) untuk menjadi tempat relokasi sementara seperti Rusun BP Batam sebanyak lima rusun, Rusun Pemkot Batam sebanyak tiga rusun, Rusun Jamsostek sebanyak tiga rusun, serta ruko dan perumahan di tiga lokasi.

“Tapi banyak protes karena seperti lansia yang tidak mungkin naik tangga lagi, karena di rusun tidak ada lift. Maka kami juga menyiapkan rumah landed tapi tidak cukup,” kata Rudi.

Lebih lanjut ia menjelaskan hunian baru yang disiapkan itu berupa rumah tipe 45 senilai Rp120 juta dengan luas tanah maksimal 500 m2.

Hunian tersebut berada di Dapur 3 Si Jantung yang sangat menguntungkan untuk melaut dan menyandarkan kapal.

Ia menjelaskan pada tahap awal saat ini, BP Batam sedang menyiapkan lahan hunian baru seluas 2.000 hektare untuk 700 kartu keluarga (KK) yang direlokasi untuk pengembangan kawasan Rempang Eco City.

“Di 2.000 hektare ada tiga kampung dan akhirnya satu kampung lagi akan dibangun tower. Relokasi yang permanen tadi itu tidak akan selesai pada tahun ini ataupun tahun depan. Kalau di mulai sekarang pun di atas tanah 2.000 hektare itu lebih kurang 700 kepala keluarga mungkin itu akan kita selesaikan dulu,” kata Rudi.

BP Batam juga memastikan aliran listrik selama 24 jam di hunian baru warga Rempang di Dapur 3 Sijantung. “Listrik akan kami masukkan langsung permanen, tidak seperti sekarang yang hidup jam 6 sore, mati jam 6 pagi. Ke depan akan 24 jam hidup dari listrik PLN ini sendiri,” kata Rudi.

Sementara untuk aliran air bersih, ia menyampaikan terdapat Bendungan Sei Gong yang berada di kawasan Sijantung dan sudah masuk ke jalur RSKI Galang. “Air akan kami selesaikan, di sana ada sungai Gong yang hari ini sudah masuk ke jalur RSKI sehingga kami tarik ke atas dan masuk ke sana, anggaran akan BP siapkan,” ujar dia.

Selain itu, kata Rudi, BP Batam juga menyiapkan sejumlah fasilitas lainnya seperti sarana pembelajaran dari tingkat SD hingga SMA/SMK, sarana ibadah, hingga sarana olahraga.

“Sesuai dengan jumlah anak-anak kita yang lagi sekolah di sana. Kemudian masjid juga akan dibangun, karena itu sangat luas sekali tidak mungkin hanya bangun satu masjid saja, ini bisa jadi bangun 5 atau 6 masjid. Gereja juga sama,” kata dia.

Selain itu, juga akan disiapkan dermaga untuk tambatan sampan bagi warga Rempang yang berprofesi sebagai nelayan dan untuk kepentingan bongkar muat.

Rudi menjelaskan hunian baru yang disiapkan itu berupa rumah tipe 45 senilai Rp120 juta dengan luas tanah maksimal 500 m2.

“Bagi yang mau pindah duluan akan kita berikan duluan sertifikatnya. Artinya siapa yang dengan sukarela yang sudah daftar sudah cukup banyak. Sertifikat bisa kita keluarkan dulu, akan diberikan dulu kepada mereka masyarakat akan terima gratis tanpa membayar WTO lagi,” ujar dia.

Penulis: Engesti Fedro

***

Simak Pernyataan Lengkap saat Konferensi Pers:

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

 

Pos terkait