Jepang Buang Limbah Radioaktif Hasil Olahan Fukushima ke Laut

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi dilihat dari Futabacho, Futabagun, Prefektur Fukushima, Jepang, (6/3/2023). Foto: ANTARA/Xinhua

Jakarta (gokepri.com) – Pemerintah jepang buang limbah radioaktif yang telah diolah PLTN Fukushima ke laut. Pembuangan limbah itu akan dilakukan mulai 24 Agustus 2023.

Pemerintah Jepang dalam keterangan tertulis keduataan besarnya di Jakarta menyebut persiapan pembuangan air limbah itu sedang dilakukan Tokyo Electric Power Company (TEPCO) yang mengelola PLTN Fukushima Daiichi.

Pihak pemerintah Jepang memastikan untuk mengambil tindakan terbaik untuk menjamin keamanan pembuangan limbah ke laut.

HBRL

Baca Juga: Jepang Punya Teknologi, ASEAN Punya Pertumbuhan Ekonomi 

“Jepang tidak akan membuang limbah apa pun yang berdampak buruk terhadap kesehatan atau lingkungan,” ujar Pemerintah Jepang, Rabu 23 Agustus 2023.

Bahkan pemerintah Jepang berjanji akan terus melakukan pemantauan. Di antaranya pemantauan air yang diolah dalam tangki, pemantauan real-time, dan pemantauan wilayah laut secara berlapis dengan keterlibatan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Nantinya jika tingkat radioaktivitas melebihi standar  maka pemerintah Jepang akan mengambil tindakan yang tepat.

“Termasuk tidak membuang atau menghentikan pelepasan,” ujarnya.

IAEA juga akan terus terlibat secara independen. Hasil pemantauan pemerintah Jepang dan TEPCO terkait proses pengolahan limbah sebelum dibuang itu akan dipublikasikan baik di dalam negeri maupun internasional.

“Pemerintah Jepang dan TEPCO akan terus melakukan segala upaya untuk memastikan pembuangan yang aman, dengan terus melibatkan IAEA, termasuk peninjauannya,” kata pemerintah Jepang.

Terkait keamanan pembuangan air limbah ke laut, pihak Jepang mengklaim sudah merujuk laporan IAEA yang dirilis Juli lalu bahwa rencana pelepasan air limbah ke laut sudah sesuai dengan standar keselamatan internasional.

Bahkan menurutnya dampak radiasi terhadap manusia dan lingkungan bisa diabaikan.

Pemerintah Jepang menegaskan akan mendukung kelangsungan mata pencaharian nelayan lokal, terus menjalani tinjauan IAEA.

Selain itu juga memperkuat, memperluas pemantauan dan penyebaran informasi yang mudah dipahami tentang hasil pengukuran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait