Ketua Partai Bertarung di Dapil Ringan

Dcs dprd batam pemilu 2024
Ketua KPU Batam Mawardi mengumumkan penetapan daftar calon sementara (DCS) pemilihan anggota DPRD Batam pada Pemilu 2024, di kantor KPU Batam, Sekupang, Sabtu 19 Agustus 2023. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

Batam (gokepri) – Kesempatan untuk berkenalan dengan calon sementara anggota legislatif sudah terbuka. Masih ada kesempatan untuk perbaikan daftar karena KPU memberi kesempatan masyarakat memberi masukan soal para calon.

Ada 733 nama calon sementara pemilihan anggota DPRD Kota Batam untuk Pemilu 2024. 604 nama bacaleg DPRD Kepri, 66 nama calon sementara DPR RI daerah pemilihan Kepri hingga 14 nama calon anggota DPD RI. Semua nama tersebut sudah diumumkan KPU setempat di media massa sejak 19 Agustus 2023.

Untuk DCS DPRD Batam, calon sementara pria mendominasi sebanyak 466. Sedangkan calon sementara perempuan sebanyak 267 nama atau setara 36,4 persen. Jumlahnya sudah melewati ketentuan 30 persen. Partai dengan calon perempuan terbanyak adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Hanura dengan masing-masing 20 calon sementara perempuan. Paling sedikit adalah Partai Bulan Bintang (PBB) yang hanya 2 calon atau 29 persen. Total bacaleg PBB hanya 7 orang. Namun partai dengan porsi perempuan terbesar 47 persen adalah Partai Ummat dengan 14 calon sementara perempuan dibandingkan dengan 16 calon sementara pria.

HBRL

Berdasarkan pengamatan gokepri, ada 43 petahana yang maju lagi dalam pemilihan anggota DPRD Batam dari 50 orang yang terpilih pada 2019. PDI Perjuangan ada delapan petahana, paling banyak dibanding partai lain. Beberapa nama petahana yang tidak maju lagi pada pemilihan anggota DPRD Batam antara lain Lik Khai (NasDem), Werton Panggabean (Gerindra), Captain Luther Jansen (Gerindra), Sumali (Demokrat), Aman (PKB), Amri Bedu (PKS) dan Edward Brando (PAN).

Sementara berdasarkan penelusuran gokepri, beberapa ketua partai masuk dalam DCS ini sebagai caleg DPRD Batam. Di antaranya Ketua PDIP Batam Nuryanto di Dapil 2 Bengkong-Batuampar. Kemudian Ketua Demokrat Batam Muhammad Al Ichsan R maju di dapil Batam 6 Sekupang-Belakangpadang.

Ketua PAN Batam Safari Ramadhan di dapil Batam 5 Batuaji. Ketua Partai Gelora Indonesia Batam Riky Indrakari maju di dapil Batam 6. Ketua PKB Batam Surya Makmur Nasution maju di dapil Batam 1 Batamkota-Lubukbaja. Ketua PSI Batam Sony Christanto maju di dapil Batam 1.

Kemudian Ketua Golkar Batam Muhammad Yunus Muda maju di Dapil Batam 2. Ketua Hanura Batam Iwan Krisnawan maju di dapil Batam 1. Ketua Perindo Batam Albert Gultom maju di dapil Batam 5.

Dapil 1 Batamkota-Lubukbaja yang memiliki 12 kursi menjadi daerah pemilihan yang paling banyak ketua partainya. Dapil ini dianggap paling ringan dan mudah untuk mendulang suara. Indikasinya banyak partai mendapat dua kursi dari dapil ini. Antara lain PDIP, NasDem, dan Golkar.

Sebagai perbandingan, pada Pileg 2019, Partai PDIP adalah peraih kursi terbanyak dengan 8 kursi. Lalu diikuti NasDem 7 kursi, lalu Golkar 7 kursi, Gerindra 6 kursi, PKS 5 kursi, PAN 5 kursi, Hanura 4 kursi, PKB 3 kursi, Demokrat 3 kursi, PPP 1 kursi dan PSI 1 kursi

Ketua KPU Batam Mawardi mengatakan masyarakat dapat memberikan tanggapannya atau masukan terhadap bakal caleg anggota DPRD Batam tersebut selama 10 hari ke depan.

Daftar DCS dan kolom tanggapan itu berada di laman infopemilu.kpu.go.id atau datang langsung ke kantor KPU Kota Batam dengan membawa identitas diri serta bukti dukung hingga 28 Agustus 2023. “Masyarakat dapat memberikan masukan dan tanggapan terhadap para Bacaleg dalam DCS tersebut terkait dengan persyaratan dokumen administrasi pencalonan,” lanjutnya.

Mencermati Calon Wakil Rakyat

Pengamat politik Kepri Zamzami A Karim meminta masyarakat cermat hasil yang ditetapkan KPU dengan melihat rekam jejak para calon legislatif. “Kalau secara administratif mungkin sudah memenuhi syarat. Tapi apakah secara moral dan track record di masyarakat sudah memenuhi?,” kata dia saat dihubungi, Senin 21 Agustus 2023.

Ia menjelaskan masyarakat juga diminta cermat dan harus memilah dengan hati-hati dalam memilih wakilnya. Jangan sampai wakil rakyat yang cacat secara moral justru terpilih menjadi wakil rakyat. “Ini wujud partisipasi masyarakat untuk menilai siapa calon yang layak sebelum masuk daftar pemilih tetap. Jangan sampai saat pemilihan nanti seperti memilih kucing dalam karung,” kata dia.

Senada, Dosen FISIP UMRAH Alfiandri menyebut, publik harus memilah dan memilih wakil rakyat dengan serius sebab wakil rakyat adalah representasi rakyat yang akan memperjuangkan rakyatnya di masing-masing dapil.

“Masyarakat harus cermat apakah wakil rakyat kita ini mampu menyuarakan kepentingan publik atau tidak,” kata dia. Ia mendorong agar masyarakat memanfaatkan waktu yang diberikan KPU untuk memberikan masukan terhadap calon legislatif. “Manfaatkan jangan sampai ketika sudah masuk daftar pemilih tetap malah nyesal,” kata dia.

Baca Juga: Mantan Kepala Daerah di Kepri Berebut Kursi DPR

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

 

Pos terkait