Dua Industri Petrokimia di Batam Nikmati Gas USD6

Industri Batam Gas USD6
PGN akan melakukan inovasi sebagai nilai tambah pertumbuhan ekonomi nasional dalam multiplier effect. (PGN)

Batam (gokepri.com) – Dua industri petrokimia di Batam, PT Ecogreen Oleochemicals dan PT Musim Mas menikmati implementasi harga gas USD6 yang berlaku sejak April 2020. Harga gas ini berdampak positif menopang kinerja industri sektor itu selama pandemi.

“Musim Mas penyerapannya (gas USD6) maksimal,” ujar Sales Area Head PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) Batam, Wendy Purwanto, di bilangan Batam Center, Rabu (7/10/2020).

Menurut Wendy, PGN telah menyalurkan gas dengan harga USD6 kepada dua industri itu sejak Agustus 2020 tapi tagihan yang dihitung tetap dimulai sejak April 2020 atau sejak Kepmen 89 berlaku.

HBRL

Ecogreen dan Musim Mas mendapat kebijakan harga gas bumi tertentu USD6 per MMBTU itu berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No.89/2020. Keduanya masuk dalam klaster pengguna gas bumi untuk industri petrokimia.

Sebelum mendapat harga gas USD6, harga gas yang mereka bayar dikenakan tarif sekitar USD7,2 per MMBTU yang ditotal harga dari hulu hingga biaya transportasi.

“Harganya turun sekitar 20 persen,” sebut Wendy.

Berdasarkan Kepmen ESDM 89, Ecogreen dan Musim Mas mendapat pasokan 11 BBTUD per tahun sejak 2020 hingga 2024. Adapun menurut Kepmen itu, penggunaan gas Ecogreen mencapai 7,20 BBTUD per tahun dan Musim Mas 3,66 BBTUD.

Sumber pasokan gas buminya berasal dari sumur Grissik yang dioperatori ConocoPhillips yang termasuk Wilayah Kerja Koridor Batam 1. Sementara distribusi gasnya melalui PGN.

Wendy menilai dilihat dari penyerapan gas bumi di Batam, implementasi harga gas USD6 turut menopang kinerja industri petrokimia di Batam seiring peningkatan permintaan bahan kimia termasuk bahan baku hand sanitizer dan sabun selama pandemi. Salah satu indikatornya penyerapan maksimal untuk Musim Mas. Secara keseluruhan, Wendy menyatakan penyaluran gas untuk kalangan industri di Batam masih stabil.

“Penyerapan gas di Batam sekitar 80 persen selama pandemi karena industrinya bertahan untuk beroperasi. (Penyerapan gas) Industri hotel yang menurun drastis,” sebut Wendy.

Untuk diketahui, Ecogreen yang berlokasi di Kabil, Kota Batam, salah satu lini produksinya menghasilkan bahan baku hand sanitizer yakni gliserol. Selama pandemi, perusahaan ini pun ikut membantu penanganan pandemi dengan menyerahkan gliserol kepada fasilitas kesehatan. Sedangkan Musim Mas, industri olahan CPO atau sawit juga memproduksi sabun kemasan yang permintaannya meningkat selama pandemi. Musim Mas juga berlokasi di Kabil. Produk olahannya juga diekspor.

Baca Juga:

PLN Batam

Selain dua perusahaan itu, PT PLN Batam juga menikmati implementasi harga gas USD6.

Gas in atau penyaluran perdana gas USD6 itu dimulai pada 10 September 2020. PGN meneken perjanjian jual beli gas dengan PT Energi Listrik Batam (ELB). Perjanjian jual beli diteken pada 28 Agustus 2020.

ELB merupakan Anak Usaha PT Medco Power Indonosia dan sebagai salah satu IPP PLN Batam, akan menyerap gas bumi dari PGN secara ramp up (meningkat) menyesuaikan dengan demand listrik dan diperkirakan mencapai 18 BBTUD dengan estimasi pembangkit sebesar 80-100 MW untuk berkontribusi memenuhi ketersediaan listrik di wilayah Batam melalui PLTG Tanjung Uncang.

Perjanjian ini berlaku efektif hingga tahun 2024 dan juga difokuskan untuk menopang proyek Combine Cycle Power Plant (CCPP) ELB yang saat ini tengah dibangun. Mengingat tujuan dari proyek ini adalah meningkatkan kapasitas pembangkit listrik.

Sesuai kentuan yang tertuang dalam lampiran Kepmen ESDM 91K/ 2020, gas yang disalurkan bersumber dari PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang (PHE JM).

Penurunan harga tersebut telah resmi diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 10 tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Menteri ESDM nomor 45 tahun 2017 tentang pemanfaatan gas bumi untuk pembangkit tenaga listrik.

Mengutip beleid payung hukum tersebut, dalam pasal 8 ayat 1 dinyatakan bahwa PLN dan Badan Usaha Pembangkit Tenaga Listrik (BUPTL) dapat membeli gas bumi melalui pipa dengan harga di pembangkit tenaga listrik (plant gate) paling tinggi USD6 per MMBTU. (Can)

Editor: Candra Gunawan

 

 

 

 

Pos terkait