Tarif Taksi Online dan Taksi Pangkalan di Batam Bakal Disetarakan

Ilustrasi. Tarif taksi online dan taksi pangkalan di Bandara Batam akan disetarakan. Foto: Freepik

Batam (gokepri.com) – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Junaidi mengatakan tarif taksi online dan taksi pangkalan di Bandara Batam akan disetarakan.

Hal ini dilakukan guna meminimalisir konflik antara kedua moda transportasi tersebut.

Ia menjelaskan, rencana penyetaraan tariff ini mengikuti pola yang sudah diterapkan di bandara lainnya seperti di Bandara Kualanamu di Sumatra Utara dan Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng.

HBRL

Baca Juga: Mediasi Hasilkan Kesepakatan Lokasi Jemput Bagi Taksi Online di Bandara

Nantinya, Pemerintah Provinsi Kepri akan melakukan konsolidasi bersama kedua pihak serta Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk membahas persoalan tarif.

“Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118 tahun 2018 atau PM 118 tentang penyelenggaraan angkutan sewa. Kewenangan gubernur adalah menetapkan tarif taksi online untuk taksi konvensional itu berada di wali kota. Nanti kami akan melakukan kosolidasi terkait dengan tarif. Jadi nanti ada kesesuaian tarif antara konvensional dengan online,” kata dia saat ditemui, Selasa 4 Juli 2023.

Saat ini permasalahan antara kedua moda transportasi itu sudah mulai mereda, pasca adanya negosiasi yang digelar di Mapolresta Barelang beberapa waktu lalu.

Ada beberapa kesepakatan yang sudah disetujui kedua belah pihak, mulai dari titik jemput hingga oprasional.

Di antaranya taksi online hanya boleh melakukan pengantaran dan penjemputan sampai pintu depan kargo Bandara atau sebelum Masjid Tanjak.

Namun kesepakatan ini sifatnya hanya sementara. Sebab, dalam sisi oprasional PT Bandara Internasional Batam (BIB) yang akan bertanggung jawab penuh untuk menyelesaikan masalah kedua belah pihak.

“Tetap oprasional itu sepenuhnya hak PT BIB. Nanti kedua pihak ini akan dipertemukan lagi untuk membahas soal tarif. Rencananya, PT BIB akan menggandeng aplikator itu juga nanti akan di bahas kembali,” kata dia.

Ia berhap permasalahan ke dua moda transportasi itu dapat terselesaikan, agar iklim investasi di Kepri dapat membaik.

Sementara, Direktur Utama PT BIB Pikri Ilham menyampaikan bahwa pihaknya telah mengundang Grab, Maxim, dan Gojek untuk membahas standarisasi tarif di Bandara Hang Nadim.

Pikri mengakui bahwa transportasi online telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat modern. Namun, ia juga menekankan pentingnya menciptakan harmonisasi antara transportasi online dan taksi pangkalan atau konvensional

Dari ketiga aplikator yang diundang, Grab adalah yang pertama merespon. “Saat ini Grab telah berkomitmen, hampir mencapai penandatanganan kerjasama,” kata Pikri.

Sesuai rencana taksi online akan mulai beroperasi di area bandara pada pertengahan Juli ini. Hal ini akan memudahkan penumpang Bandara Hang Nadim, yang sebelumnya harus berjalan kaki keluar kawasan bandara sejauh 2 kilometer untuk mencari taksi online.

Pikri berharap, dengan kerja sama ini, penumpang dapat menikmati fasilitas transportasi yang lebih nyaman dan efisien di Bandara Hang Nadim Batam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait