Batam (gokepri.com) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Hang Nadim Batam mencatat jumlah calon haji yang meninggal di Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi bertambah menjadi lima orang.
Koordinator Media Center Haji (MCH) Embarkasi Hang Nadim Batam Syahbudi di Batam, mengatakan lima calon haji tersebut berasal dari Kepulauan Riau, Jambi dan 3 orang lainnya dari Riau.
Para jemaah itu sebelumnya sempat sakit dan di rawat di RS Arab Saudi.
Baca Juga: Jemaah Haji Diingatkan Tak Selfie Berlebihan di Masjidil Haram
“Mereka rata-rata mengidap penyakit jantung dan gangguan pernapasan,” dia Senin 26 Juni 2023.
Lima calon haji yang meninggal dunia yaitu, Nurdin Shalahuddin bin Selamat (71) yang tergabung pada kloter tiga, Subani Firdaus Samad Thaha (62) yang tergabung pada kloter delapan.
Kemudian Yenni Artati Raja Yoesoef (64) yang tergabung pada kloter 13, Sholeh Tarwan Abdullah (83) yang tergabung pada kloter 15 dan Umi Kalsum Abu Kasim (61) yang tergabung pada kloter 22.
Berdasarkan data PPIH Embarkasi Batam sebanyak 94 calon haji sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi untuk mendapatkan tindakan medis yang lebih lanjut.
“Jemaah Kepri ada 17 orang, jamaah Riau 56 orang, Jambi 14 orang, dan Kalbar 7 orang yang dirawat di rumah sakit,” kata dia.
Meski begitu, para jemaah haji itu tetap mendapat asuransi atau perlindungan. Jemaah akan mendapat extra cover sebesar Rp125 juta . Hal ini bagian dari upaya pelindungan JCH.
Adapun asuransi diberikan sejak jamaah masuk asrama, waktu pemberangkatan, dan ketika mereka masih di asrama saat pemulangan.
“Jika setelah masuk asrama wafat, jemaah dapat asuransi sesuai Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) yang disetorkan. Kalau kecelakaan, ada persentase perhitungan klaimnya tergantung tingkatan yang diderita,” katanya.
Kemudian jamaah kecelakaan yang mengalami cacat tetap, diberikan santunan dengan besaran yang bervariasi, antara 2,5 persen sampai 100 persen Bipih.
“Pengurusan asuransi dilakukan oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Asuransi akan membayar klaim melalui transfer ke rekening jamaah. Asuransi mengcover sejak jamaah masuk asrama embarkasi haji sampai jamaah pulang kembali ke debarkasi haji,” kata Syahbudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









