Batam (gokepri.com) – Pemprov Kepri segera memiliki dua alat PCR portabel yang akan dioptimalkan untuk penanganan Covid-19 di Batam karena kasusnya dominan di provinsi ini. Dua alat itu dipasang di RSUD Embung Fatimah dan RS Badan Pengusahaan Batam.
Kepala Dinas Kesehatan Kepri yang juga Satgas Covid Kepri Mohammad Bisri menyebutkan dua alat PCR (Polymerase Chain Reaction) Portable yang sedang dipesan Pemprov Kepri akan diperuntukan bagi rumah sakit yang menangani pasien Covid-19. Untuk tahap awal akan diserahkan kepada rumah sakit daerah Embung Fatimah dan rumah sakit BP Batam.
Hal tersebut disampaikan Bisri disela-sela tugasnya ke Batam bersama Ketua Tim Bersatu Lawan Covid-19 (BLC), Sabtu (3/10/2020) lalu.
“Kami merencanakan dua alat PCR portable yang akan sampai ini untuk dua rumah sakit dulu, yakni rumah sakit Embung Fatimah dan rumah sakit BP Batam. Untuk rumah sakit lain yang merawat pasien covid-19 kami coba untuk menganggarkan juga,” jelasnya.
Dengan PCR Portable, lanjut Bisri tes Covid-19 bisa menjangkau masyarakat hingga ke pulau-pulau. Selain itu, hasil test swab pun bisa cepat diketahui, yakni dalam waktu 45 menit saja.
Menurut Bisri, dua alat PCR Portable tersebut memang diprioritaskan dulu untuk Kota Batam, mengingat jumlah penduduk yang besar dan tingkat pasien positif lebih banyak.
Sementara itu, Ketua Tim BLC Kepri-Batam Buralimar mengatakan, tim BLC yang dipimpinnya selalu siap untuk melaksanakan semua rencana yang dibuat Satgas Covid-19 Kepri. Tim BLC merupakan perpanjangan tangan dari Satgas Covid-19 Kepri.
“Tim BLC siap melaksanakan program dan kegiatan apa saja dari Pjs Gubernur Kepri dan Satgas Covid-19 Kepri. Karena tim ini saya padukan antara PNS dan Relawan. Sehingga siap tempur terus dalam segala suasana,” tutup Pjs Bupati Bintan ini.
Kasus Covid-19 di Kepri per 4 Oktober 2020 bertambah 28 kasus. Total seluruh kasus menjadi 2.352, dengan 60 kematian dan 1.733 sembuh.
Baca Juga:
- Pemprov Kepri Siap Bantu Kebutuhan Tenaga Medis dan Rumah Sakit
- Buralimar Yakin RSUD Bisa Jadi RS Andalan di Bintan
- Pjs Gubernur Kepri: Sinar Matahari Disinfektan Gratis dari Allah
Untuk diketahui, Tes PCR, atau yang juga biasa disebut sebagai tes swab, dilakukan dengan cara mengusap cairan pada bagian hidung atau tenggorokan untuk mendeteksi keberadaan material genetik yang terkandung di dalam virus.
Adapun rapid test atau tes cepat adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kereaktifan antibodi di dalam darah seseorang yang terindikasi Covid-19. Namun, mengingat adanya kemungkinan reaksi silang (cross-reaction) dengan patogen-patogen dari virus korona lain, hasil reaktif yang bisa didapat dalam hitungan menit itu belum tentu menunjukkan bahwa orang tersebut telah terpapar virus Covid-19.
Maka, untuk hasil tes yang lebih akurat, mereka yang dinyatakan reaktif saat tes cepat akan dirujuk untuk melakukan tes PCR (Polymerase Chain Reaction). (Can)
Editor: Candra Gunawan








