BATAM (gokepri.com) – Legislator Batam menyoroti soal, kualitas hingga kuantitas air bersih yang membuat resah masyarakat di Batam.
Ketua komisi I DPRD Batam Lik Khai yang menyoroti soal parahnya pelayanan dan kualitas air di Batam.
Lik Khai menilai, perlu adanya transparansi dari Badan Pengusahaan (BP) Batam dan pengelola air bersih di Batam ini.
Apalagi selama ini baik BP Batam dan PT Moya saling lempar tanggungjawab terkait masalah buruknya layanan air bersih selama ini.
“Perlu dijelaskan ke masyarakat kondisinya seperti apa sebenarnya. Hubungan kerjasama BP Batam dan PT Moya ini seperti apa. Kenapa masalah air bersih ini mereka (BP dan Moya) saling lempar tanggungjawab,” ujar Lik Khai, saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Ia pun menyebut, jika BP dan Moya terkesan ‘tak tahu malu’ dalam krisis air yang terjadi di Kota Batam.
“Ini tiap postingan di IG dan media sosial menginformasikan jika kondisi air mati atau mengecil karena perbaikan. Harusnya mereka malu dengan hal itu,” sebutnya.
Lik Khai pun menyebut persoalan air di Batam ini miris, di Kota Batam solusi yang ‘dijual’ ke masyarakat hanya dengan layanan air tangki ke rumah-rumah.
Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan prinsip kota modern, yang disebut-sebut kota elit sulit air. Menurutnya hal ini sebagai suatu hal yang lucu.
Bahkan kondisi krisis air yang terjadi bukan hanya di critical area/stress area (daerah ujung atau daerah tinggi) namun di pusat jantung Kota Batam sekalipun terjadi krisis.
“Lihat saja seperti Nagoya, Seruni, dan sebaginya juga terkena dampak. Banyak sekali kendala yang terjadi sejak air ditangani BP Batam (SPAM) dan PT Moya ini,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Batam Nuryanto mengaku sangat memaklumi dan memahami keresahan dan kemarahan dari warga akan kondisi layanan air bersih di Kota Batam.
Politisi PDI Perjuangan ini pun memandang sebuah kewajaran jika terjadi luapan aksi kekecewaan dalam berbagai bentuk dari masyarakat.
“Kami sangat memahami dan memaklumi atas keresahan, kemarahan dan kegelisahan warga Batam akan kondisi layanan air bersih ini. Intinya kami paham dan memaklumi,” tegasnya.
Pihaknya pun memandang memang perlu adanya perbaikan dari berbagai sisi dari layanan Air bersih yang diberikan oleh perusahaan air bersih di Kota Batam bersama BP Batam.
Pria yang akrab disapa Cak Nur ini pun mengaku telah melakukan koordinasi dan pembicaraan secara serius dengan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi.
Bahkan, Rudi menegaskan telah memberikan atensi serius terhadap persoalan air bersih yang terjadi di masyarakat.
Bukan tanpa alasan, mengingat gangguan terhadap suplai air bersih menjadi keluhan utama masyarakat sejak beberapa bulan terakhir.
Namun demikian, BP Batam mengaku telah menyiapkan sejumlah rencana strategis untuk memaksimalkan suplai dan menjaga ketersediaan air bersih yang ada.
Mulai dari penindakan terhadap sambungan air ilegal hingga pembersihan tanaman liar dan eceng gondok di areal waduk.
Di sisi lain, BP Batam juga tengah mengganti jaringan instalasi air yang telah termakan usia dan membangun Water Treatment Plant (WTP) di Sei Beduk dengan kapasitas suplai sekitar 500 ribu liter per detik.
“Kita berharap polemik air bersih ini bisa segera diatasi, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa semakin maksimal,” kata Nuryanto.
Baca Juga: Rudi Minta Persoalan Air Bersih Segera Diatasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









