BATAM (gokepri) – Xinyi Glass Holdings Ltd tertarik investasi pabrik kaca di Pulau Rempang, Kota Batam. Rempang, baru saja diluncurkan pemerintah sebagai kawasan ekonomi baru.
Xinyi Glass Holdings Ltd. datang ke Batam untuk mempelajari secara langsung iklim usaha di pulau tersebut, Minggu 16 April 2023. Petinggi perusahaan telah bertemu Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi.
Xinyi Glass Holdings Ltd. ini adalah produsen terkemuka produk kaca, seperti kaca mobil, kaca hemat energi dan kaca float berkualitas tinggi, dengan pasar lebih dari 150 negara. Perusahaan berdiri sejak 1988 dan melantai di bursa saham Hong Kong pada 2005.
Baca Juga: Kepala BP Batam Ungkap Rencana Pengembangan Pulau Rempang dan Galang

CEO Xinyi Glass Holdings Ltd. Tung Chiang Sai mengatakan pihaknya memperhatikan pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dilakukan di Batam. Dia optimistis jika terus seperti itu, Batam akan menjadi pilihan yang tepat untuk berinvestasi.
“Batam sangat maju dan berkembang di Indonesia, banyak perusahaan China tertarik terhadap Batam, Saya sendiri sedang mempelajari iklim investasi di Batam dan memang sangat menarik serta menjanjikan bagi dunia investasi,” ujar Tung, dalam siaran pers yang diterima gokepri.
Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan pihaknya menyambut baik minat perusahaan asal negeri tirai bambu tersebut, yang mau berinvestasi di Pulau Rempang, Batam.
“Tentu ketertarikan [investor China] menjadi angin segar bagi pertumbuhan nilai investasi dan ekonomi Batam kedepan,” katanya.
Selain itu, dia menuturkan akselerasi pengembangan dan komitmen pemerintah pusat terhadap pulau Rempang sebagai The New Engine of Indonesian’s Economic Growth berkonsep “Green and Sustainable City juga menjadi daya tarik bagi investor tersebut untuk menjajaki peluang investasi.
“Percepatan pembangunan kawasan Rempang diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Batam,” sebutnya. Untuk itu, pihaknya akan mengawal dan mendukung upaya investasi asing untuk melakukan perluasan investasi di Batam utamanya dari sisi regulasi dan perizinan. Dia pun berharap hal tersebut dapat menjadi peluang terhadap lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang berada di pulau Rempang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









