Status Internasional 2 Bandara di Kepri Bakal Dicabut, DPRD Cemas

Bandara RHF Tanjungpinang
Bandara RHF Tanjungpinang. (Foto: istimewa)

TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Dua bandara di Kepri terancam dicabut status internasionalnya. DPRD Kepri pun cemas, hal itu diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kepri Bobby Jayanto.

Ia mengatakan dari informasi yang didapatkannya dua bandara di Kepri, yaitu Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) di Kota Tanjungpinang dan Bandara Hang Nadim di Kota Batam akan dicabut status internasionalnya.

“Padahal kedua bandara ini sudah lama menyandang status bandara internasional,” kata Bobby Jayanto Minggu 26 Maret 2023.

HBRL

Saat ini santer kabar Pemeritah pusat akan merampingkan sejumlah bandara berstatus internasional di Indonesia.

Bobby menyarankan pemerintah pusat agar lebih bijak untuk menentukan status bandara, khususnya Bandara RHF Tanjungpinang dan Bandara Hang Nadim Batam.

Bandara RHF Tanjungpinang kata Bobby sebelum pandemi Covid-19, telah membuka penerbangan langsung dari Tanjungpinang ke Tiongkok.

“Semestinya maskapai berlomba-lomba membuka rute penerbangan, baik domestik maupun internasional, sebab Pulau Bintan ini sudah terkenal dengan objek wisatanya yang mendunia, salah satunya kawasan pariwisata Lagoi,” ujarnya.

Bobby mengatakan pemerintah pusat melalui BUMN mestinya memperbaiki kekurangan yang ada bandara itu, bukan sebaliknya justru mencabut status internasional.

Selain pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kepri juga diminta serius memperjuangkan kedua bandara di Kepri ini kepada pemerintah pusa agar tak dicabut statutnya.

Lokasi Kepri yang berbatasan dengan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Vietnam dan Thailand dirasa menjadi salah satu keunggulan sehingga bandaranya tetap berstatus internasional.

“Jika dicabut status bandara ini yang rugi adalah daerah kita,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad akan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk mempertahankan status internasional Bandara RHF Tanjungpinang dan Hang Nadim Batam.

Menurut dia, status bandara internasional itu sangat penting bagi membuka akses penerbangan dari luar negeri ke Kepri atau sebaliknya karena banyak warga berkebangsaan seperti China dan India selama ini mendominasi jumlah kunjungan wisman ke daerah tersebut.

Apalagi, berdasarkan informasi dari pengelola Bintan Resort Cakrawala (BRS) tahun ini akan ada sekitar 400 ribu wisatawan mancanegara (wisman) asal China akan berlibur ke objek wisata Lagoi, Kabupaten Bintan.

“Sehingga tentu diperlukan penerbangan langsung dari dan menuju ke Pulau Bintan, melalui Bandara RHF Tanjungpinang,” kata Ansar.

Ia sangat berharap pemerintah pusat mempertimbangkan hal ini untuk memudahkan masuknya turis asing ke daerah ini. Terlebih, Kepri selama ini masuk tiga besar penyumbang kunjungan wisman terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Mulai Juni, Bandara Hang Nadim dan RHF Layani Penerbangan Charter Internasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait