Video Dugaan Percobaan Penculikan Anak SD di Lingga Ternyata Hoaks

Video dugaan penculikan anak
Polsek Lingga mengecek CCTV di lokasi video yang tersebar dengan narasi percobaan penculikan anak di SDN 004, Lingga. Foto: istimewa

LINGGA (gokepri) – Video dugaan percobaan penculikan anak di SDN 004 Singkep yang beredar luas di Lingga adalah hoaks atau tidak benar.

Hal ini dibuktikan melalui penyelidikan dan pengambilan keterangan dari murid dan orang tua yang terlibat, serta hasil pengecekan CCTV yang menunjukkan anak tersebut tidak pernah dihentikan dan diberikan uang oleh orang yang tidak dikenal saat menuju ke sekolah.

Polsek Dabo Singkep menegaskan informasi dan video yang beredar luas tentang dugaan percobaan penculikan anak yang terjadi di SD Negeri 004 Singkep adalah hoaks. Kapolsek Dabo Singkep, IPTU Rohandi P Tambunan, mengatakan kepolisian telah melakukan penyelidikan dan mengambil keterangan dari murid dan orang tua yang terlibat.

HBRL

Hal ini dibuktikan dengan pengakuan anak yang terlibat dalam video tersebut, dimana ia mengakui bahwa uang sebesar Rp20.000 yang diterimanya dari seseorang yang tidak dikenal adalah uang pemberian dari orang tuanya sendiri.

“Dapat kami pastikan info dugaan adanya penculikan anak dan yang beredar ini hoaks. Dari keterangan anak itu dan orang tuanya, mereka menyebutkan jika uang Rp20 ribu itu dari orang tuanya, hal yang sama juga disampaikan oleh orang tua anak ini,” ungkap IPTU Rohandi.

Keterangan tersebut juga didukung oleh hasil pengecekan CCTV yang menunjukkan bahwa anak tersebut tidak pernah dihentikan dan diberikan uang oleh orang yang tidak dikenal saat menuju ke sekolah. Anak tersebut langsung pergi dengan sepedanya tanpa berhenti.

Kapolsek Dabo Singkep, IPTU Rohandi P Tambunan, mengimbau kepada masyarakat agar dapat menjaga kondusivitas dan stabilitas keamanan serta menyaring segala informasi sebelum menyebarluaskan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan informasi terkait hal apapun yang sekiranya dapat merugikan atau sejenisnya kepada pihak kepolisian. “Polisi siap melayani masyarakat 24 jam penuh. Mari kita jaga kampung kita ini bersama-sama,” kata IPTU Rohandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca juga: Heboh Penculikan Anak, Disdik Batam Minta Sekolah Tingkatkan Pengawasan

Penulis: Tambunan

Pos terkait