BATAM (gokepri.com) – Tokoh nelayan Kepulauan Riau, Eko Fitriandi menolak rencana impor ikan yang direncanakan Pemerintah Kota Batam. Menurutnya, banyak dampak negatif yang terjadi jika impor itu dilakukan.
“Stok ikan kita mencukupi sampai 2024 nanti. Tidak perlu impor. Saya baru cek gudang ada 500 ton lebih ikan benggol dan ikan mata besar,” kata dia saat ditemui di gudang ikan, Barelang Batam, Selasa 21 Februari 2023.
Ia khawatir jika impor ikan itu terjadi maka akan berpengaruh terhadap produktivitas nelayan lokal di Kepri.
“Terkait impor, tentu akan berdampak. Misalnya ikannya tidak laku dan tidak terbeli. Bisa-bisa pelaku usaha akan mengutang ke nelayan. Karena ikan tak laku dan sudah dibanjiri ikan impor,” kata dia.
Ia menyebut, jika impor ikan itu tetap dipaksakan, maka nelayan kepri akan melakukan aksi penolakan terhadap kebijakan itu.
“Kita audensi dengan pihak-pihak terkait. Karena kita harus utamakan dulu nelayan lokal kita agar ekonominya terbangun,” kata dia.
Sementara salah satu pedagang ikan Witno mengaku, sudah sering mengambil ikan di gudang jembatan dua Barelang. Ia juga kahwatir jika kebijakan impor itu dilakukan akan berpengaruh terhadap harga jual.
“Mayoritas benggol. Saya jual ke pasar SP Batuaji. Kami habisnya 600-700 kg per harinya. Alhamdulillah selama ini belum pernah mengalami kesulitan. Ada saja ikannya,” kata dia.
Baca Juga: Batam Impor Ikan, Nuryanto: Tidak Apa-apa yang Penting Harga Stabil
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









