LINGGA (gokepri) – Ratusan pekerja tambang timah rakyat di Pulau Singkep melakukan aksi damai di halaman Kampus Politeknik Lingga, Senin 13 Februari 2023.
Mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Lingga dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk memberikan kepastian hukum dalam menjalankan pekerjaan tambang timah rakyat. Gerakan ini muncul setelah lima orang pekerja tambang ditangkap oleh Tim Polda Kepri pada Senin pekan lalu dan saat ini masih dalam tahanan.
Menurut Zuhardi, aktivis Kabupaten Lingga dan koordinator aksi, mereka mendesak pemerintah daerah Kabupaten Lingga dan Provinsi Kepulauan Riau untuk memberikan kepastian hukum bagi para pekerja tambang timah rakyat.
“Air mata masyarakat sudah kering, bibir mereka tidak mampu lagi berkata-kata, mereka hanya bisa menunggu dengan satu pertanyaan, sampai kapan pemimpin negeri ini memberikan mereka pekerjaan, sampai kapan penderitaan rakyat ini berakhir, dan kapan kami bisa tersenyum dalam menafkahi keluarga kami” ujar Zuhardi dalam orasi aksi damai.
Harmadi, salah satu aktivis, menyatakan bahwa para penambang hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Aksi yang berlangsung hari ini tidak hanya meminta legalitas bagi tambang rakyat, tetapi juga meminta Kepada Bupati Lingga dan Gubernur Kepri agar para penambang timah yang diamankan oleh Polda Kepri segera dibebaskan. “Mereka hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkap Harmadi.
Bupati Lingga Muhammd Nizar tidak tampak di tengah aksi tapi diwakilkan Zainal Abidin selaku Asisten II Kantor Bupati Lingga. Ia menyampaikan bupati tak dapat hadir karena sedang ada kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan.
Kapolres Lingga, AKBP Fadli Agus, menunjukkan sisi emosinya saat menyambut ibu-ibu istri para penambang timah rakyat yang terlibat dalam operasi Tim Polda Kepri beberapa hari lalu. Kejadian ini terjadi selama acara aksi yang sedang berlangsung.
Tampak air mata mengalir dari sudut matanya saat ia berbicara dengan ibu-ibu tersebut. Para wartawan yang hadir menyaksikan peristiwa ini, mendengar beliau berbisik dengan nada sedih. “Yang sabar ya Bu, demi hukum kami harus bekerja profesional. Doakan bapak anak-anak sehat disana. Ibu yang sabar ya, kita berdoa saja, insya Allah, Allah tetap memberi perlindungan kepada kita semua,” ujar Kapolres Fadli Agus sebagai nasihat kepada para ibu-ibu yang hadir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca Juga: Izin Pertambangan Rakyat Tak Jalan di Lingga
Penulis: Tambunan








