AIIB Tertarik Investasi Rp4,5 Triliun untuk Jembatan Batam-Tanjungsauh

Asian Infrastructure Investment Bank
Kantor Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Foto: aiib.org

TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) disebut-sebut tertarik untuk terlibat dalam pembiayaan proyek Jembatan Batam-Bintan. Namun bank yang berkantor di China itu hanya akan membiayai sebagian jembatan saja.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyatakan Bank Investasi Infrastruktur Asia atau Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) tidak menanggung secara keseluruhan pembangunan Jembatan Batam-Bintan, melainkan hanya dari Kabil sampai Pulau Tanjung Sauh.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri Luki Zaiman Prawira mengatakan, AIIB telah melakukan kajian sebelum menyatakan siap membangun jembatan tersebut. “Kajian dan wawancara terhadap berbagai pihak terkait sudah dilakukan pihak AIIB. Hasilnya, mereka serius ingin membangun jembatan itu dari Kabil menuju Pulau Tanjung Sauh,” kata dia, Selasa 20 Desember 2022.

HBRL

Total investasi yang ditanamkan bank tersebut mencapai USD300 juta atau setara dengan Rp4,5 triliun. Luki mengemukakan bahwa perusahaan itu mulai membangun jembatan setelah memenuhi prosedur administrasi dilakukan. AIIB dan pemerintah telah penandatangan nota kesepakatan dalam membangun jembatan tersebut.

Namun Luki tidak menjelaskan kompensasi yang diberikan kepada AIIB dalam mengelola jembatan tersebut setelah beroperasi. “Saya yakin segera dibangun. Perusahaan sungguh serius, dan tertarik,” ucapnya.

Luki mengatakan pembangunan Jembatan Batam – Bintan merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemprov Kepri dan pihak swasta. Pemerintah pusat juga menyiapkan anggaran untuk membangun jembatan itu. “Pemprov Kepri sudah membebaskan lahan yang dibutuhkan,” tuturnya.

Berdasarkan hasil kajian Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IV Jambi – Kepri tahun 2019, estimasi anggaran pembangunan jembatan Batam – Bintan sekitar Rp9 triliun.

Tapak jembatan dari Kabil dan Tanjung Sauh sepanjang 2.170 meter, Tanjung Sauh – Pulau Ngenang 293 meter dan Pulau Ngenang – Tanjung Taluk 3.814 meter. Total panjang jembatan tersebut yakni 6.29 km serta ditambah jalan sepanjang 8.67 km.

Sebagai gambaran, Jembatan Batam-Bintan merupakan sebuah proyek pembangunan yang sedang dikembangkan di Kepulauan Riau. Proyek ini merupakan salah satu bagian dari rencana pemerintah untuk membangun jembatan penghubung antara Pulau Batam dengan Pulau Bintan.

Jembatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan aksesibilitas antara kedua pulau tersebut, serta menjadi salah satu alternatif transportasi yang lebih cepat. Jembatan ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua pulau tersebut dengan memfasilitasi arus barang dan jasa yang lebih lancar.

Rencana proyek pembangunan jembatan ini telah dicanangkan sejak tahun 2005, dan target awalnya selesai pada tahun 2024. Jembatan ini akan memiliki panjang sekitar 30 kilometer dan akan terdiri dari bagian darat dan bagian laut. Bagian daratnya akan terdiri dari ruas jalan tol yang akan menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Bintan, sedangkan bagian lautnya akan terdiri dari sebuah jembatan baja yang akan menghubungkan kedua pulau tersebut.

Jembatan Batam-Bintan diharapkan dapat menjadi salah satu proyek pembangunan yang sukses di Indonesia, karena dianggap dapat membantu meningkatkan konektivitas dan ekonomi di Kepulauan Riau. Proyek ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengunjungi kedua pulau tersebut.

Sementara AIIB adalah bank pembangunan multilateral yang berpusat di Beijing, China. AIIB didirikan pada tahun 2015 dengan tujuan memberikan dukungan finansial untuk pembangunan infrastruktur di wilayah Asia-Pasifik.

Hingga 2021, bank ini memiliki 97 negara anggota dan telah berinvestasi dalam berbagai proyek, termasuk energi, transportasi, dan pembangunan perkotaan.

Baca Juga: 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Candra Gunawan/Antara

Pos terkait