BATAM (GoKepri.com) – Pemprov Kepri mengejar pembiayaan untuk proyek pembangkit listrik tenaga sampah. Pembangkit energi alternatif ini rencananya dibangun di Batam.
Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan, pengembangan proyek Listrik Tenaga Sampan (PLTSa) yang rencananya di bangun di Kota Batam masih terkendala investor.
“Sudah ada rencana itu. Tapi sampai hari ini belum ada investor yang mau,” kata Ansar saat ditemui di bilangan Batam Center, Sabtu 5 November 2022.
Baca Juga: Kepri Kaji Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Dibangun di Batam
Menurut Ansar, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) potensial dikembangkan di Kepri khususnya Kota Batam. Apalagi sampah yang dihasilkan di Batam lebih dari 850 ton perhari.
Ia meminta BP Batam mengambil peluang itu. Sebab, ke depan kebutuhan listrik di Kepri makin besar seiring pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), seperti Galang Batang di Bintan dan Nongsa Digital Park di Batam.
“Saya kira BP Batam bisa pelajari kalau invensi tak terlalu mahal kenapa tak BP saja yang kelola karena menguntungkan,” ungkap dia.
Sementara itu, Dirut PT. PLN Bright Batam Muhammad Irwansyah mendukung rencana pengembangan PLTSa di Batam. Ia pun menyarankan Pemprov Kepri melihat kondisi pembangunan PLTSa Putri Cempo di Solo sebagai percontohan selain di Cilacap.
Dia menyatakan di Cilacap sampah diolah menjadi pelet, dan hasil pelet itu digunakan untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Cilacap terbilang cukup sukses, karena sampahnya dibuat pelet yang bisa digunakan untuk industri semen dan PLTU.
“Tapi kalau untuk langsung memproduksi listriknya, itu di Solo. Kalau mau dibuat pelet seperti di Cilacap, bisa dimanfaatkan untuk PLTU Tanjung Kasam di Batam,” ungkap Irwansyah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti







