DPRD Kepri Minta Kontraktor Masjid Tanjak Beri Penjelasan soal Plafon Ambruk

Plafon masjid Tanjak ambruk
Kepala BP Batam Muhammad Rudi bergerak cepat meninjau plafon Masjid Tanjak yang ambruk Kamis pagi. Ia meminta kontraktor segera memperbaiki fasilitas yang rusak. Foto: gokepri/Engesti

Batam (Gokepri.com) – Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin meminta kontaktor Masjid Tanwirun Naja atau dikenal dengan Masjid Tanjak tanggungjawab soal plafon ambruk di masjid ikonik itu.

“Harus tanggungjawab. Tidak ada juga hal yang luar biasa seperti gempa dan sebagainya. Perlu dicek dan diklarifikasi oleh kontraktor,” kata ketua Komisi II DPRD, Jumat 9 September 2022.

Menurut politisi PKS ini, ambruknya plafon masjid dengan nilai anggaran Rp39 miliar dirasa tak masuk akal. Ia juga meminta adanya pengecekan serius dan transparansi dari pihak terkait seperti Badan Pengusahaan (BP) Batam perihal kejadian itu. “Seharusnya ini bisa di antispasi jauh-jauh hari. Sebelumnya juga sudah ada yang bocor,” katanya.

HBRL

Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin.

Ia juga menilai aparat penegak hukum bisa mengambil tindakan di samping pihak kontraktor bertanggungjawab. “Sejauh ini boleh-boleh saja aparat penegak hukum masuk karena kejadian ini aneh dan menelan anggaran yang luar biasa,” kata Wahyu.

Diberitakan, Plafon atap Masjid Tanjak di kawasan Bandara Hang Nadhiem Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), ambruk pada Kamis pagi (8/9).
Masjid yang dibangun dengan biaya mencapai Rp39,9 ini baru diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sekitar dua bulan lalu yakni pada 24 Juni 2022.

Dari video yang beredar di media sosial, terlihat plafon Masjid Tanwirun Naja itu ambruk saat sedang tidak ada jamaah. Puing-puing dari reruntuhan plafon pun tampak berjatuhan.

Sementara Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi meminta agar kontraktor pembangunan masjid bertanggungjawab atas ambruknya robohnya plafon Masjid Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak.

“Saya sudah mendapat laporannya dan saya akan cari kontraktornya. Saya akan minta pertanggungjawaban,” kata Rudi di Kota Batam, Kamis (7/9).

Selain itu, Rudi juga meminta agar Satuan Pemeriksa Intern (SPI) memeriksa keseluruhan bangunan Masjid Tanjak untuk mengetahui penyebab ambruknya plafon tersebut.

“Kenapa bisa roboh? Apakah karena hujan lalu dia lapuk, atau besinya yang tidak kuat. Nanti itu akan dilaporkan ke saya,” katanya.

Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan bahwa Masjid Tanjak ditutup untuk umum selama pelaksanaan perbaikan kerusakan bangunan masjid. Ia mengatakan plafon Masjid Tanjak kemungkinan ambruk karena lembab dan rapuh akibat hujan yang mengguyur Kota Batam.

Penulis: Engesti

Pos terkait