Batam (gokepri.com) – Kepala BP Batam Muhammad Rudi bergerak cepat meninjau plafon Masjid Tanjak yang ambruk Kamis pagi. Ia meminta kontraktor segera memperbaiki fasilitas yang rusak.
Video ambruknya plafon masjid itu beredar luas di media sosial. Plafon itu terlihat terlepas dari tempatnya. Di bagian plafon lainnya juga terlihat hampir rubuh. Usai kejadian, gerbang menuju masjid ditutup untuk umum dan mendapat penjagaan ketat di setiap gerbang masuk oleh petugas Ditpam.
Kepala BP Batam Muhammad Rudi langsung melihat kondisi masjid pada Kamis 9 September 2022. Usai meninjau Rudi meminta pihak kontraktor untuk segera memperbaiki bangunan yang ambruk. Dugaan sementara, Rudi memperkirakan tingginya curah hujan yang menyebabkan kelembaban sehingga plafon ambruk. “Kemungkinan bocor karena air hujan sehingga mengembang. Sedang kami pastikan dan saya minta kontraktor periksa seluruhnya,” tegas Rudi.
Rudi juga meminta kontraktpr untuk mengganti poring yang lebih besar dan lebih rapat sehingga kejadian ini tidak terulang. “Jangan sampai kejadian ini terulang lagi, saya minta poring diganti lebih besar dan lebih dekat,” kata Rudi.
Untuk memperbaiki plafon yang rubuh, Rudi meminta pihak kontraktor menyelesaikan perbaikan selama dua bulan. “Saya minta satu bulan setengah selesai, tapi kontraktor enggak sanggup karena harus dibongkar semuanya. Kontraktor mintanya dua bulan,” jelas Rudi. Selama perbaikan, Rudi mengatakan akan menutup aktivitas kegiatan Masjid Tanjak selama dua bulan kedepan.
Sebagai gambaran, Masjid Tanjak diresmikan pada 24 Juni 2022 oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto. Masjid ikonik ini dibangun dengan anggaran BP Batam senilai Rp39.937.665.520.
Penulis: Engesti








