Hotel Harmoni tutup permanen supaya dua hotel Harmoni Group tetap bernapas. Gelombang pandemi membuat hotel di Kota Batam ini sepi tamu dan terus merugi sampai akhirnya tutup buku pada tahun ke-30. Tak semua karyawan tahu mau ke mana setelah mendapat pesangon.
Ditulis Oleh
Engesti
Hotel Harmoni yang berada di Nagoya, Batam, Kepulauan Riau, memutuskan untuk menutup total operasinya per 13 Februari 2022. Sekarang kondisi hotel sudah ditutup rapat oleh triplek. Saat gokepri.com mengintip kondisi dalam hotel lewat celah dinding, para pekerja sedang mengeluarkan barang-barang hotel.
Sedikit mutar ke bagian belakang hotel, terlihat pula beberapa pegawai hotel Harmoni yang membereskan peralatan dapur dan membakar sampah. Sampah yang dibakar itu merupakan barang hotel Harmoni yang sudah tidak terpakai.
Buat sebagian orang yang pernah menjajal hotel ini memang memiliki kenangan tersendiri. Gubernur Kapri Ansar Ahmad pun turut prihatin dengan tutupnya hotel tersebut.
“Setiap berkunjung ke Batam Hotel Harmoni salah satu pilihan untuk beristirahat,” kata Ansar pekan lalu. Dia menuturkan sudah menyusun beberapa langkah upaya pencegahan untuk mengantisipasi penutup hotel. Gubernur Kepri Ansar Ahmad ketika mengunjungi Hotel Harmoni 11 Februari 2022 malam, meminta pemilik hotel menunda penghentian operasi hingga satu bulan ke depan sembari mencari investor baru. “Ada beberapa langkah. Nanti ami sampaikan ke Pemerintah pusat,” kata Ansar.
Penutupan Hotel ini berdampak kepada para pekerja. Ilham, 50 tahun, salah satunya. Ia terpaksa banting stir sebagai sopir ojek online sejak ditutupnya hotel tersebut.
“Saya bekerja sebagai Housekeeping selama 30 tahun di Harmoni Hotel. Kini saya sudah beralih menjadi driver ojol,” katanya saat ditemui awak media, Kamis 17 Februari 2022.
Ilham mengaku terpaksa mendukung keputusan tersebut, mengingat turun drastisnya tingkat kunjungan tamu ke salah satu hotel tertua di Batam tersebut.
“Mau bagaimana lagi, memang kenyataannya seperti itu. Saya juga melihat langsung kalau kamar hotel banyak yang kosong dan tidak dipakai,” terangnya.
Namun, sebelum ia diberhentikan pihak manajemen hotel telah membayar semua haknya kepada pekerja.
Berbeda dengan Ilham, salah satu pegawai lainnya, Minto, 38 tahun, juga mengaku menerima keputusan dari manajemn, yang menghentikan operasional hotel.
Namun, Minto saat ini belum menentukan arah ia berlabuh untuk mencari nafkah. Secara pribadi, Minto mengaku sedih karena harus kehilangan tempatnya bekerja, dan juga harus kehilangan rekan-rekannya selama bekerja. “Sembilan tahun kerja di sini. yang paling saya sedihkan, aktivitas keseharian bekerja di sini sudah tidak akan dirasakan lagi. Tapi mau bagaimana lagi,” jelas dia.
Hari terakhir Hotel Harmoni jatuh pada Minggu 13 Februari siang. Lobi Hotel Harmoni terlihat lengang ketika itu. Tidak ada lalu lalang tamu, juga karyawan. Puluhan sofa kosong melingkari meja-meja kaca di bagian utama lobi juga tak diduduki orang.
Di meja resepsionis, hanya ada seorang lelaki. Yenaldi, 48 tahun. Ia tengah menyelesaikan beberapa berkas sebelum menandatangani perjanjian penyelesaian terkait pemenuhan haknya sebagai karyawan di hotel yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Lubuk Baja Kota, Kecamatan Batu Ampar, Batam ini. Yenaldi dan kawan-kawannya akan mendapat haknya soal pemutusan hubungan kerja.
Di bagian lain lobi, beberapa karyawan hotel juga nampak berkemas. Dua karyawan wanita dibantu dua karyawan laki-laki memasang plastik untuk membungkus susunan perlengkapan makan dan masak di sana. Mereka juga menata meja dan kursi, menempatkannya jadi satu di bagian dinding lobi.
“Hari ini kami masih layani tamu untuk check out, masih ada beberapa. Besok tidak ada lagi tamu di sini,” kata Yenaldi, Minggu 13 Februari 2022.
Senin (14/2/2022) akan menjadi hari bersejarah bagi Yenaldi. Ia akan mengakhiri pengabdian bersama kebijakan manajemen Hotel Harmoni yang memutuskan untuk tutup permanen.
Padahal tahun ini adalah 26 pengabdiannya untuk hotel yang berseberangan dengan Masjid Baitussyakur Batu Ampar ini. Setelah ini ia belum tahu akan bekerja kemana lagi.
Tidak hanya lelaki asal Padang, Sumatera Barat ini saja, 130 karyawan lain juga bernasib sama. Terpaksa harus rela untuk berhenti bekerja di hotel dengan kapasitas 263 kamar ini.
Hotel Harmoni adalah salah satu hotel tertua di Batam. Hotel ini berdiri di awal 1990 di lokasi strategis kawasan belanja dan perdagangan, Jodoh. Hotel Harmoni menjadi satu dari tiga portofolio Harmoni Group. Dua unit usaha lain yang masih beroperasi adalah Harmoni Suites di Lubuk Baja dan Harmoni One di Batam Center.
“Salah satu yang tertua di Batam, beroperasi sejak awal 1990. Banyak yang sedih Hotel Harmoni tutup, tetapi ini adalah pilihan terbaik. Enggak mungkin juga pemilik harus terus bersabar menahan rugi,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Muhammad Mansyur.
Ia mengatakan laporan yang ia diterima, Hotel Harmoni sudah tidak akan beroperasional terhitung 14 Februari 2022. Tutupnya hotel ini menambah daftar hotel yang tutup buku selama pandemi di Batam, menjadi enam hotel.
Namun ia menjelaskan, secara resmi PHRI belum menerima apa yang menjadi alasan dari manajemen Hotel Harmoni Nagoya memilih untuk tidak beroperasional lagi. “Bisnis itu kalau tutup pasti karena rugi, kalau untung tidak mungkin tutup,” jelasnya.
Terlebih kata dia, kondisi pandemi Covid-19 membuat para pelaku usaha khususnya hotel dan restoran harus berjuang ekstra agar dapat terus beroperasional.
Tutupnya Hotel Harmoni tidak lepas dari imbas lesunya sektor pariwisata karena kunjungan wisatawan mancanegara yang terjun bebas akibat pandemi Covid-19.
Harmoni Group tak punya pilihan lain selain menutup Hotel Harmoni. Antonius, pemilik Hotel Harmoni, saat kunjungan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Jumat (11/2/2022) mengungkapkan penghentian operasi Hotel Harmoni tidak bisa ditunda lagi. Jumlah tamu terus menurun sehingga pendapatan tak bisa lagi menutup biaya operasional.
“Karena kondisi semakin sulit, kami terpaksa mengorbankan satu di antara tiga hotel. Dengan berbagai pertimbangan, Hotel Harmoni inilah yang akhirnya kami putuskan untuk tidak beroperasi lagi,” papar Antonius dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan sebanyak 130 karyawan Hotel Harmoni akan diberi pesangon sembilan kali gaji dan opsi untuk dirumahkan sembari menunggu dipindagkan ke Hotel Harmoni cabang lain.
***








