Ada Lonjakan Kasus Covid-19 di Batam, Masyarakat Diminta Terus Tingkatkan Protokol Kesehatan

Petugas kesehatan melakukan tes usap COVID-19 kepada seorang warga saat tes massal di Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (10/1/2022). Tes usap yang dilakukan kepada 500 warga Krukut tersebut menindaklanjuti ditemukannya 36 kasus COVID-19 di wilayah itu di mana satu di antaranya suspek varian Omicron. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Petugas kesehatan melakukan tes usap COVID-19 kepada seorang warga saat tes massal di Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (10/1/2022). Tes usap yang dilakukan kepada 500 warga Krukut tersebut menindaklanjuti ditemukannya 36 kasus COVID-19 di wilayah itu di mana satu di antaranya suspek varian Omicron. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Batam (gokepri.com) – Kasus aktif Covid-19 di Kota Batam kembali meningkat.

Laporan Satgas Covid-19, Rabu 26 Januari 2022 tercatat ada 24 pasien yang saat ini menjalani perawatan maupun isolasi mandiri.

Masyarakat terus diimbau untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

HBRL

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan sudah menugaskan seluruh petugas Puskesmas untuk meningkatkan proses tracing.

“Saya minta seluruh kepala puskesmas (Kapus) untuk kembali melakukan tracing (penelusuran kontak),” kata Rudi.

Jika dalam waktu sepekan ke depan masih ada lonjakan, pihaknya bersama Forkopimda akan mengambil langkah serius menangani laju kasus ini.

Rudi juga meminta kepada masyarakat Batam untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Di samping itu, Pemerintah memastikan pelaksanaan vaksin tetap berjalan.

“Masker saya mohon kepada masyarakat untuk tidak ditinggal. Gunakan terus saat menjalankan aktivitas di luar,” katanya.

Saat ini, penanganan Covid-19 kata Rudi berjalan dengan baik, gedung asrama haji kembali digunakan untuk isolasi pasien Covid-19.

Selain itu gedung Asrama Haji juga digunakan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk karantina. Sedangkan PMI yang terpapar Covid-19 dirawat di rumah sakit khusus infeksi (RSKI) Galang. 

“Kalau PMI positif Covid-19, dirawat di RSKI Galang, totalnya kalau tidak salah 51 orang, sedangkan yang karantina berjumlah 1.550 orang. Pasien lokal saat ini sudah diisolasi di Asrama Haji,” jelasnya.

(Penulis : Romadi)

 

Pos terkait