Batam (gokepri.com) – Program Sekolah Penggerak jadi upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yang ada di Provinsi Kepri.
Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau, Moh Dali mengatakan, program sekolah penggerak merupakan progam kolaborasi antara Kemendikbud dan pemerintah daerah.
Dalam program ini diharapkan mampu meningkatkan mutu SDM dari proses pembelajaran, perencanaan belajar juga pendamping pemerintah daerah.
“Ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mewujudkan visi Pendidikan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan tercipta Pelajar Pancasila,” katanya dalam kegiatan Forum Pemangku Kepentingan Daerah Program Sekolah Penggerak Angkatan I Kota Batam, Provinsi Kepri di Hotel Sahid Batam, Selasa 23 November 2021.
Kegiatan ini juga dihadiri Wali Kota Batam yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Batam, Pebrialin. Kemudian Dewan Pendidikan Kota Batam, PGRI, Koordinator Tim Pokja Manajemen Operasional (PMO) dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Selain itu juga hadir Komite Pembelajaran Sekolah Penggerak Angkatan 1 bersama pengawas, serta perwakilan siswa dan orangtua murid.
Dali menjelaskan, program sekolah penggerak ini yang pertama diadakan di Kepri dan dilaksanakan di Kota Batam. Katanya, setidaknya ada 22 sekolah yang dipilih untuk menjalankan program itu.
“Program Sekolah Penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kepri Irwan Safii. Program sekolah penggerak merupakan salah satu wadah untuk meningkatkan mutu Pendidikan di Kepri.
Menurutnya, Program Sekolah Penggerak ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar dalam rangka mewujudkan transformasi pendidikan menuju paradigma baru sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Model pembelajarannya memang berbeda, karena berpusat pada murid.
“Dan semua itu secara bertahap sudah dilakukan, termasuk dalam digitalisasi sekolah dan peningkatan SDM,” jelas Irwan.
Dari hasil monitoring dan evaluasi ke sekolah pelaksana Program Sekolah Penggerak di Kota Batam, kata Irwan, semua sekolah sudah melakukan peningkatan kualitas belajar siswa melalui lima intervensi tersebut.
“Alhamdulillah program berjalan dengan baik. Nanti kita berharap tindak kekerasan di sekolah tidak terjadi lagi, perundungan tidak terjadi lagi, dan hasil belajarnya bisa meningkat. Kalau bisa meningkat dua level dari seharusnya,” katanya.

Ia juga meminta komitmen daerah agar terus membantu agar program tersebut dapat berjalan.
“Kolaborasi pusat dan daerah ini penting untuk menyukseskan program ini. Targetnya, semua sekolah akan menjadi sekolah penggerak,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Batam yang dalam hal ini diwakilkan oleh Asisten dua Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Batam, Pebrialin mengatakan, sangat mendukung program ini.
“Kami berkomitmen dan telah menyiapkan anggaran untuk sekolah dan SDM. Semoga dengan adanya progam ini dapat meningkatkan kompetensi di bidang pendidikan di Kota Batam,” katanya. (engesti)









