PTM SMAN 26 Batam Sangat Merepotkan Guru, Ruang Belajar dan Majelis Guru Berjarak 2 KM

Ruang kepala sekolah dan majelis guru yang masih menyewa di ruko Botania 1./F_ gokepri.com
Ruang kepala sekolah dan majelis guru yang masih menyewa di ruko Botania 1./F_ gokepri.com

Batam (gokepri.com) – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas digelar SMAN 26 Batam sedikit cukup merepotkan para guru yang mengajar. Pasalnya antara ruang mejelis guru dengan ruang kelas berbeda lokasi, dan jaraknyapun cukup jauh mencapai 2 kilometeran.

Tempat mengajar guru SMAN 26 ini terpencar menjadi dua bagian, 9 rombongan belajar (rombel) menumpang belajar di SMAN 3 Batam, dan 1 rombel lagi memanfaatkan gedung sendiri yang hanya memiliki 2 lokal saja. Sementara ruang majelis guru hingga saat ini masih menyewa di ruko di kawasan Botania 1.

Kendati jarak ruang majelis guru dan tempat mengajar berjauhan membutuhkan perjalanan sekitar 10 menitan, namun tak mengurangi semangat para guru di SMAN 26 Batam untuk profesional memberikan pelajaran kepada peserta didiknya. Malah ada sebagian guru yang mengajar dua mata pelajaran dikarenakan masih terbatasnya jumlah guru mapel yang dimiliki.

Terkait penerapan protokol kesehatan diterapkan di SMAN 26 Batam pada saat PTM terbatas ini, pihak sekolah tetap mengacu pada 6 ceklist dari persyaratan SKB 4 Menteri. Meski masih menumpang belajar di sekolah lain, namun prokes diterapkan pada siswanya cukup ketat, terutama saat PTM berlangsung.

“Untuk cuci tangan kita numpang sarana di SMAN 3 Batam, tapi untuk alat pengukur suhu termograp kita miliki sendiri. Begitu pula pengawasan anak selama PTM berlangsung, kita telah menempatkan petugas prokes sekalian menjadi guru piket,” ujar
Kepala Sekolah SMAN 26 Batam, Midiyanto SPd MM, Rabu (27/10).

Diakui Midiyanto, dengan digelarnya PTM ini penyampaian materi siswa lebih maksimal dibanding dengan pembelajaran melalui PJJ daring. Karena dari hasil evaluasi dilakukan pihaknya, hasil PJJ daring ini terjadi penurunan sangat signifikan dibanding dengan tatap muka.

“Kalau dibandingkan dengan pembelajaran seperti biasa memang PTM terbatas ini masih belum maksimal, tapi lebih bagus lagi bila dibanding dengan PJJ daring,” ucapnya.

Terkait sarana dan prasana dimiliki SMAN 26 Batam saat ini sangat minim sekali, Midiyanto berharap perhatian pemerintah agar segera melengkapinya untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Hal ini juga, kata dia agar tidak terjadi ketimpangan bila dibandingkan dengan sekolah lainnya. (aat)

Pos terkait