Siswa Patuh Terapkan Prokes, Sebulan PTM Digelar Berjalan Lancar

Batam (gokepri.com) – Sudah sebulan pembelajaran tatap muka (PTM) digelar tingkat SD dan SMP di Kota Batam berjalan lancar. Selama ini kekhawatiran berbagai pihak menggelar PTM pada masa pandemi ini akan ditemukan masalah tidak terbukti. Hal ini dikarenakan baik siswa maupun guru sangat patuh terhadap protokol kesehatan diterapkan pihak sekolah

Seperti pantauan Tim Pendidikan gokepri di salah satu sekolah favorit di Kota Batam, yakni SMPN 26 Batam pada hari Selasa tanggal 26 oktober kemarin. Sekolah berlokasi di Batuaji ini, pelaksanaan PTM sejak hari pertama hingga sudah mencapai satu bulan berjalan lancar tidak ditemukan kendala apapun.

Malah sebaliknya, siswa dan orang tua mengaku senang dengan digelarnya PTM ini, dan kehadiran siswa juga hampir mencapai 100 persen. Meski masih terdapat satu atau dua orang siswa yang tidak hadir saat PTM ini, namun hal tersebut lebih disebabkan kondisi kesehatannya siswa kurang fit.

Sementara penerapan protokol kesehatan diberlakukan di SMPN 26 Batam sendiri, selama ini cukup ketat mulai dari pengecekan suhu tubuh siswa saat hendak masuk ke lingkungan sekolah hingga masuk ke ruang kelas. Siswa juga wajib memakai masker dan mencuci tangan di wastafel yang telah disediakan di pintu masuk sekolah dan juga tersedia di setiap masing-masing muka ruang kelas.

Begitu pula saat PTM berlangsung, tempat duduk siswa diatur jaraknya dan setiap kelas disediakan hand sanitizer serta persediaan masker cadangan untuk mengantisipasi apabila ada masker siswa yang rusak atau kotor.

Saking ketatnya protokol diterapkan di SMPN 26 Batam ini, pihak sekolah juga telah membentuk Tim Satgas Protokol Kesehatan yang setiap harinya berkeliling ke setiap ruang kelas mengecek prokes siswa di dalam kelas. Malah untuk menyakinkan protokol kesehatan ini benar-benar dipatuhi siswa, Kepala Sekolah juga rutin berkeliling untuk memastikan penerapan prokes oleh siswa dan guru saat PTM berlangsung sambil tak henti-hentinya mengingatkan para siswa akan penerapan protokol kesehatan.

Para siswa sendiri saat diwawancari Tim Pendidikan gokepri mengaku senang dengan adanya PTM ini. Selain pelajaran diterima lebih maksimal, juga bisa bertemu dengan teman dan guru di sekolah meski tidak seakrab dulu karena harus tetap menjaga jarak dan tidak boleh berkerumun.

Apalagi untuk siswa kelas 9, bahwa PTM ini sangat mereka harapkan karena sebentar lagi akan mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir. Sementara bila mereka harus tetap mengikuti PJJ daring, maka banyak pelajaran yang tertinggal dan materi juga sulit dipahami serta tidak bisa bertanya langsung kepada guru karena waktunya cukup terbatas.

“Senang dengan tatap muka ini, apalagi saya sudah kelas 9 harus banyak persiapan menghadapi ujian akhir. Kalau daring terus, banyak pelajaran tertinggal dan sulit bertanya pada guru, belum lagi kendalanya sinyal lelet dan waktu PPJ daring juga terbatas,” ujar Blasius, Gita dan Adiska siswa yang duduk di kelas 9.

Pada kesempatan yang sama Kepala Sekolah SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri SPd mengatakan, selama PTM berlangsung belum ada ditemukan masalah apapun. Begitu pula siswa dan guru saat mengikuti PTM berjalan lancar, dan cukup patuh terhadap protokol kesehatan diterapkan pihak sekolah.

Tak dipungkiri Zepmon, khusus untuk siswa kelas 7 pada hari pertama dan kedua terlihat masih canggung karena sejak awal bersekolah di SMPN 26 Batam belum pernah ketemu guru hanya lewat MPLS dan PJJ daring saja. Namun lama kelamaan para siswa kelas 7 ini mulai terbiasa dengan pembelajaran tatap muka dan terlihat cukup bersemangat. (aat)

Pos terkait