Batam (gokepri) – Pengawas SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Drs. Nofrizal, M.Si, mengatakan program link and match yang dikembangkan antara SMK dengan dunia usaha dan industri (Dudi) perlu lebih dikonkretkan lagi tidak sebatas untuk prakerin siswa saja.
Melainkan kata dia, lebih menyeluruh mulai penyelarasan kurikulum disusun bersama dunia usaha dan industri, mendatangkan guru tamu dari dunia usaha dan industri, serta pelatihan guru di industri dan komitmen serapan lulusan oleh dunia usaha dan industri.
“Jadi program link and match ini bukan hanya kepentingan sekolah saja, melainkan kepentingan untuk dunia usaha dan industri juga, karena dari hasil link and match dapat menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” ujarnya, Kamis (21/10).
Dikatakannya, apabila link and match dilakukan dengan komprehensif, maka keuntungan akan didapatkan kedua pihak nantinya. Dicontohkan dia, bagi dunia usaha dan industri nantinya akan mendapatkan SDM yang lebih baik, kompeten, dan lebih siap kerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan menghadirkan inovasi baru.
Terkait penilaian terhadap lulusan SMK masih banyak yang menganggur, kata Nofrizal, hal itu lebih disebabkan dikarenakan kesempatan lapangan kerja diberikan pihak dunia usaha dan industri yang masih terbatas. Padahal dari skill yang dimiliki lulusan SMK ini cukup mumpuni dapat bersaing dengan tenaga kerja lainnya. (aat)
|Baca Juga: PENDIDIKAN VOKASI: Kuliah di Politeknik Bengkalis, Magang di Kinarya Beton







