Batam (gokepri.com) – Pengungsi asal Afganistan di Batam terlunta-lunta. Mereka mulai tidak sabar menunggu dipindahkan ke negara ketiga, Amerika Serikat atau Australia.
Sudah dua kali mereka berunjuk rasa. Pertama pada 22 September 2021. Puluhan orang dari pengungsi kembali berunjuk rasa pada Kamis (21/10). Lokasinya sama, di kantor DPRD Kota Batam, Batam Centre.
Dalam orasinya, mereka mengaku sudah depresi menunggu karena tidak ada kepastian dipindahkan ke negara ketiga.
|Baca Juga: Pencari Suaka Unjuk Rasa di DPRD Batam
“Kami sudah lama tinggal di Indonesia, pagi dan malam kami hanya makan obat pusing saja. Kami minta pemerintah Indonesia untuk membantu kami untuk pindah ke negara ketiga, Australia atau Amerika” kata Ali salah satu demonstran asal Afganistan, Kamis (21/10).
Ali menyebut,jika permintaannya tidak dikabulkan pihaknya bersama teman-teman Afganistan yang lain akan melakukan aksi tidur di jalan.
“Kalau permasalahan kami tidak selesai kami akan tiduran di jalan,” katanya.
Mereka juga sudah meminta bantuan kepada UNHCR dan IOM untuk dipindahkan kenegara ketiga namun tidak ada yang menanggapi.
“Kami meminta tolong. Bantu kami untuk dipindahankan kenegara ketiga itu saja, kami ingin aman,” kata dia. (Engesti)
|Baca Juga: Pulau Galang: Dulu Dihuni Pengungsi, Kini Disiapkan untuk Pasien Epidemi








