2022, Disdik Kepri Pastikan Tak Ada Sekolah Kekurangan Ruang Belajar

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Dali
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Dali

Batam (Gokepri.com) – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Dali memastikan pada tahun depan tidak ada lagi sekolah yang kekurangan ruang belajar. Ia menyebut adanya beberapa sekolah di Kota Batam yang masih menumpang belajar di sekolah lain disebabkan masalah anggaran.

Saat ini Disdik Kepri sedang mengupayakan pembangunan gedung tambahan di tahun mendatang. Sebenarnya Disdik Kepri telah menganggarkan pembangunan itu di APBD 2021, namun tidak bisa direalisasikan akibat penerapan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Pembangunan pun kembali tak dapat direalisasikan di APBD Perubahan 2021 akibat masa anggaran yang tinggal dua bulan hingga Desember mendatang. “Kita menghitung waktu pelaksanaan pembangunan di APBD Perubahan itu tak cukup, karena tidak cukup pembangunan itu tidak kita laksanakan,” katanya, beberapa waktu lalu.

HBRL

Ia pun meminta Komisi IV DPRD Kepri mendukung usulan pembangunan itu. Katanya, terdapat 5 sekolah di Batam yang masih kekurangan ruang belajar. Kelimanya adalah SMAN 25, 26, 27, 28 dan SMKN 9 Batam.

“Pak Wahyu yang juga masuk Komisi IV bantu kita proses percepatan pengadaan ruang kelas ini,” pintanya.

Selain menggunakan APBD 2022, ia pun telah memerintahkan Kabid SMA untuk meminta bantuan pembangunan dari Kemendikbud melalui Dirjen Pendidikan Menengah.

Sebelumnya pada Rabu (13/10/2021), Anggota Komisi IV DPRD Kepri Wahyu Wahyudin mengunjungi SMAN 28 Batam. Dalam kunjungan itu, Wahyu miris melihat ratusan siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar 08 Batam.

Hal ini dilakukan akibat belum tersedianya ruangan belajar yang memadai. SMAN 28 dan SMAN 27 memang baru memiliki beberapa gedung. Sehingga mau tidak mau, siswa terpaksa menumpang di gedung SD yang memang bertetangga itu.

“Saya sangat kasihan melihat mereka. Saat ini baru satu gedung, yang diperuntukkan sebagai ruang guru. Sarana dan prasarana itu belum ada,” kata Wahyu.

Untuk belajar saja ia mencontohkan, angkatan pertama SMAN 28 Batam harus menunggu hingga siang hari saat kegiatan belajar mengajar SD 08 Batam selesai.

Menurut Wahyu, keterbatasan sarana prasarana sekolah ini akan berdampak pada rendahnya minat belajar para siswa. Ia pun meminta agar Gubernur Kepri Ansar Ahmad segera menganggarkan pembangunan gedung baru itu. (engesti)

Baca juga: Disdik Kota Batam Matangkan Persiapan Asesmen Nasional

Pos terkait