Atas Desakan Orang Tua, SMK Real Informatika Batam Akhirnya Gelar Pembelajaran Tatap Muka

SMK Real Informatika Batam
pelajar jurusan RPL SMK Real Informatika Batam sedang mengikuti PTM yang telah berjalan selama 2 minggu. IST

Batam (gokepri.com) – Sudah dua minggu lebih SMK Real Informatika Batam akhirnya menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sekolah berbasis teknologi ini mengadakan PTM didasari atas permohonan orang tua siswa yang menginginkan anaknya PTM dikarena selama mengikuti pembelajaran lewat daring kurang semangat dan membosankan.

Menurut Kepala Sekolah SMK Real Informatika Batam, Sarma Sinaga ST, bahwa PTM telah berjalan selama dua minggu. Namun sebelum PTM dimulai, pihak sekolah telah melakukan persiapan-persiapan matang terkait protokol kesehatan, baik persiapan sarana dan kelengkapan prasarana prokes, serta persiapan untuk siswa, guru dan staf.

Begitu pula siswa saat mengikuti proses belajar mengajar (PBM) dalam kelas, kata Sarma, dibatasi dan meja siswa juga diatur jaraknya sekitar 1 meteran. Di samping itu, selama berada di lingkungan sekolah siswa diwajibkan memakai masker. Bahkan sebelum siswa ikut PTM dipastikan telah divaksinasi.

HBRL

“Sebenarnya kalau SMK ini tidak semua mapel bisa didaringkan, ada mapel yang tidak bisa didaringkan, salah satunya untuk mapel produktif siswa harus ikut praktek, Makanya saya nilai PTM ini cukup bagus. dan anak didik juga lebih maksimal menerima materi pelajaran,” ujar Sarma kepada Tim Pendidkan gokepri.com ditemui diruang kerjanya, Selasa (25/8).

Ditegaskan Sarma, bahwa dalam menjalankan PTM pihaknya menerapkan prokes cukup ketat, mulai siswa datang ke sekolah, berada di kelas hingga pulang. “Penetapan prokes ini kita lakukan ketika siswa baru datang ke sekolah harus mencuci tangan dahulu yang telah kita sediakan dipintu masuk, serta telah ditempatkan juga disetiap ruang kelas, kemudian suhu tubuh diukur. Termasuk kita juga perketat pemakaian masker, dan meja di dalam kelas diatur jaraknya sesaui prokes,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu siswi kelas 12 jurusan akutansi, Sherin Puspita, mengaku sangat senang bisa kembali belajar di sekolah, karena sudah sangat lama dan bosan belajar daring di rumah. Selain itu dengan materi pembelajaran jarak jauh terkadang sulit dipahami dan kesulitan bertanya jika ada yang kurang jelas dan sinyal sering putus.

“Bosan pak belajar daring terus di rumah, selain itu materinya juga sulit dipahami dan banyak tugas. Kalau ada pelajaran tidak dipahami kita bingung mau tanya ke siapa. Beda kalau kita ikut PTM, kan bisa langsung tanya ke guru,” katanya. (aat)

|Baca Juga: Nadiem: Nadiem: Vaksinasi Tidak Jadi Kriteria Utama Sekolah Tatap Muka Terbatas

Pos terkait