Batam (gokepri.com) – Indonesia mulai mengembangkan metode kecerdasan artifisial atau AI untuk menghasilkan hujan. Teknologi baru demi mencegah kebakaran hutan dan lahan.
“Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam Rakernas, BPPT harus menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia termasuk dalam upaya antisipasi maupun mitigasi bencana,” kata Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan pers diterima di Batam, Rabu (28/7).
BPPT ditugaskan menanggulangi bencana kabut asap akibat karhutla, sebagaimana Instruksi Presiden No.3 tahun 2020, yaitu untuk melaksanakan operasi TMC dan juga pembukaan lahan tanpa bakar dalam upaya menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
“Untuk menjadikan TMC sebagai salah satu solusi permanen penanggulangan karhutla, operasi TMC harus dilaksanakan dengan teknologi yang cerdas, sehingga selaras dengan dua arahan Presiden tersebut,” kata dia.
Demi mewujudkan BPPT sebagai pusat kecerdasan teknologi Indonesia, terutama pada bidang kecerdasan artifisial, maka dibutuhkan infrastruktur yang mampu melayani segenap kegiatan riset dan inovasinya.
“Dalam hal ini BPPT telah melakukan investasi peralatan perangkat ‘high performance computing’ untuk dapat melayani kegiatan pengembangan modelling KA. Salah satu perangkat yang telah dimiliki oleh BPPT saat ini adalah NVIDIA DGX A100. Diharapkan dengan tersedianya infrastruktur yang memadai, maka kegiatan pengembangan aplikasi yang memanfaatkan KA akan semakin berkembang,” kata Hammam Riza.
NVDIA DGX A100 adalah sistem universal untuk semua beban kerja KA yang menawarkan kepadatan komputasi, kinerja dan fleksibilitas dalam sistem KA 5 peta FLOPS pertama di dunia. Perangkat ini menampilkan akselerator tercanggih di dunia, GPU NVIDIA A100 Tensor Core.
Deputi Kepala BPPT Bidang TPSA Yudi Anantasena menambahkan seringkali BBTMC diminta untuk melaksanakan operasi TMC untuk memadamkan api kebakaran hutan dan lahan pada saat puncak musim kering, saat awan-awan potensial sudah sangat berkurang, sehingga operasi TMC menjadi kurang efektif dan efisien.
“Untuk itu diharapkan kegiatan riset dan inovasi di BBTMC dapat menggunakan metodologi KA sehingga dapat menghasilkan sebuah tools yang dapat membantu mengambil keputusan waktu yang tepat untuk pelaksanaan TMC,” kata dia.
Kepala BBTMC-BPPT Jon Arifian mengatakan saat ini penerapan TMC untuk pembasahan gambut berperan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
“Penerapan kecerdasan artifisial akan membuat upaya lebih efektif dan efisien,” katanya. (Can/ant)
|Baca Juga: Batam Bertarung Melawan Serbuan Api









