Batam (gokepri.com) – Pemerintah memperkuat testing, tracing, treatment (3T) dengan target positivity rate kurang dari lima persen serta tracing mengincar 15 kontak erat di masa Pemberlakuan Pembatasa Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan di masa pandemi Covid-19 diperlukan langkah-langkah dalam memutus rantai transmisi penyakit. Salah satunya dengan pelacakan kontak (contact tracing).
“Bagi kasus terkonfirmasi positif harus menjalani karantina/isolasi mandiri guna memutus rantai penyebaran,” kata Nadia saat Dialog Rabu Utama Siang, Rabu (7/7/2021).
Selain itu, pemerintah juga melakukan percepatan vaksinasi Covid-19. Nadia mengimbau masyarakat tetap mendatangi sentra vaksinasi bagi yang sudah mendapatkan undangan atau melakukan pendaftaran online.
Selama PPKM Darurat, fasilitas layanan kesehatan atau sentra vaksinasi tetap buka dan melayani vaksinasi. Kunci utama saat mendatangi pos vaksinasi adalah protokol kesehatan (prokes) yang ketat, hindari kerumunan.
Sejauh ini, Indonesia telah berhasil mevaksinasi 32,3 juta dosis pertama dan 14 juta dosis kedua, dari target sasaran vaksinasi nasional 181,5 juta orang untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).
“Vaksinasi efektif melawan varian virus Covid-19 yang bermutasi. Vaksinasi termasuk ikhtiar mencegah tertular Varian of Concern. Tidak perlu pilih-pilih vaksin, karena semua vaksin yang disetujui di Indonesia aman, halal, dan berkualitas,” kata Nadia. (wan)








