Kualalumpur (gokepri.com) – Warga Malaysia mengibarkan bendera hitam di Kota Subang Jaya, Selangor, untuk memprotes pemerintah dalam penanganan Covid-19 yang dinilai buruk. Gerakan sosial melalui #BenderaHitam menggema di media sosial berbagai platform.
“Sudah waktunya kita mengusir pemerintah ini, orang Malaysia pantas mendapatkan yang lebih baik,” kata Laila Mohd (32) dikutip media setempat.
Kampanye bendera hitam itu menuntut Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk mengundurkan diri, Parlemen untuk segera berkumpul kembali dan mengakhiri keadaan darurat. Raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah telah mengabulkan permintaan PM Muhyiddin untuk menetapkan keadaan darurat guna membantu Malaysia mengatasi wabah Covid-19 yang semakin memburuk. Tetapi krisis menjadi lebih buruk selama periode darurat.
“Untuk membunuh demokrasi negara. Untuk nyawa yang telah hilang di bawah pemerintahan ini. Untuk manajemen pandemi yang tidak efektif. Untuk perlakuan yang tidak setara. Hari ini, kita mengibarkan bendera hitam!,” tulis pengguna akun Twitter @cenationgabriel.
Sebagian besar negara bagian di Malaysia berada di bawah lockdown penuh tanpa batas waktu, yang diberlakukan pada 1 Juni dan diperpanjang pada Senin, 28 Juni. Itu tidak akan dicabut sampai kasus baru harian Covid-19 turun di bawah 4.000.
Baca juga: Malaysia Lockdown Total Mulai 1 Juni
Kasus harian Covid-19 terus-menerus melebihi angka 6.000. Pada Selasa (6/7/2021), negara itu mencatat 7.654 kasus baru, sehingga total secara nasional menjadi 792.693. Ada 103 kematian dan rekor 943 orang dalam perawatan intensif. Polisi telah meluncurkan penyelidikan terhadap gerakan tersebut karena diduga mengandung unsur hasutan tersebut. (wan)







