Batam (gokepri.com) – Hasil pendaftaran PPDB telah diumumkan pada Sabtu 26 Juni kemarin. Namun menyisakan kekecewaan orang tua calon siswa. Pasalnya anaknya tidak diterima pada sekolah pilihan pertama terlempar pada sekolah pilihan kedua.
Bahkan tak sedikit calon siswa yang mendaftar tidak diterima di kedua pilihan sekolah saat mendaftar PPDB online tersebut.
Seperti dirasakan Selina orang tua calon siswa. Ia mengaku kecewa hasil yang diumumkan pihak panitia PPDB. Pasalnya anaknya mendaftar ke SMPN 42 Batam malah terlempar ke pilihan kedua di SMPN 43.
Padahal jarak rumah ke SMPN 42 Batam ini cukup dekat hanya berjarak sekitar 1 km. Dibanding ke SMPN 43 Batam jaraknya mencapai mencapai 6 km. Lebih kecewanya lagi, tetangganya yang satu blok dengan dia justru diterima di SMPN 42 Batam.
Pengakuan serupa juga di sampaikan Imron, jarak rumah dari SMPN 6 Batam cukup dekat dibanding dengan SMPN 30. “Heran gimana sih cara mengatur zonasi ini,karena kalau berdasarkan jarak rumah kami lebih dekat dengan SMPN 6 Batam ketimbang SMPN 30. Bingung anak saya ini gak mau sekolah di SMPN 30 Batam, maaunya dia sekolah SMPN 6 Batam seperti kakaknya,” kata Imron sedikit kesal.
Berbeda dengan Evi orang tua yang mendaftarkan anaknya ke SMPN 12 Batam mengaku senang dan puas hasil pendaftaran ini. Karena anaknya diterima di sekolah tersebut tidak terlempar ke pilihan kedua di SMPN 43.
“Saya tinggal di Legenda Malaka mungkin karena zonasinya kali ya. Tapi ada juga tetangga yang sama-sama di Legenda malah terlempar ke SMPN 43 Batam pilihan keduanya.
Sementara Kepala Disdik Kota Batam, Hendri Arulan, memaklumi kekecewan orang tua anaknya tidak diterima pada sekolah pilih mereka yang pertama. Namun ia yakin, bahwa calon siswa terakomodir pada pilihan kedua.
Ditegaskan Hendri, bahwa penerapan PPDB online sistem zonasi ini cukup berkeadilan, karena yang bekerja itu sistem bukan panitia. Maka dari itu orang tua harus legowo menerima hasil pendaftaran PPDB online ini, karena akan terakomodir bila tidak diterima pilihan pertama pasti akan masuk pada pilihan kedua.
Diakuinya, penerapan PPDB online sistrm zonasi tahun ini lebih baik dan rapi dibanding tahun sebelumnya. Karena pihaknya telah mengevaluasi kekurangan PPDB zonasi online ini sebelumnya. Salah satunya pendaftaran PPDB antara SD dan SMP baik baik jadwal pendaftaran, pengumuman maupun server dibedakan. Hal ini untuk mengantisipasi server bermasalah.
“Pelaksanaan PPDB online tahun ini Alhamdulilah berjalan lancar. kalau dari awal-awal orang tua mendaftar agak sedikit sulit wajar saja, karena banyak orang tua yang mendaftar. Tapi memasuki hari kedua dan berikutnya berjalan lancar,” jelasnya.
Namun dari laporan Posko Pengaduan PPDB yang diterima, kata Hendri, masalahnya lebih kepada pemahaman orang tua ketika akses PPDB online ini. Untuk itu ia berpesan kepada orangtua, agar lebih banyak belajar IT biar tidak bermasalah ketika mendaftarkan anaknya.
“Orang tua untuk PPDB tahun selanjutnya tolong banyak belajar minimal pada anaknya yang cukup padai IT. Begitu pula orang tua tidak perlu buru-buru mendaftar pada hari pertama, karena jadwal pendaftaran cukup panjang,” ucapnya lagi. (aat)
|Baca Juga: Posko Pengaduan PPDB Online Banyak Terima Pengaduan Orang Tua









