Batam (gokepri.com) – Masterplan pengembangan Hang Nadim, dilakukan dengan skema bisnis, di atas lahan selus 1.763 Ha. Dimana, dilakukan pengembangan airport, logistic, CBD dan industri penerbangan.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi mengatakan sebagai pengelola kawasan, pihaknya mengemban misi menumbuhkan kegiatan-kegiatan di bidang ekonomi.
“Seperti sektor perdagangan, maritim, industri, perhubungan, perbankan, pariwisata dan bidang lainnya,’ kata Rudi, Selasa (25/5/2021)
Karena itu, saat ini pihaknya tengah menyiapkan pengembangan logistic hub pergudangan, distribusi, added value services dan halal hub. Selanjutnya pengembangan industri penerbangan MRO dan manufaktur komponen, suku cadang dan pesawat.
Pengembangan KPBU Bandar Udara Hang Nadim dilakukan untuk memenuhi kebutuhan permintaan layanan kebandarudaraan yang saat ini telah melebihi kapasitas. Selain itu, pengembangan Bandara Hang Nadim juga ditujukan untuk mewujudkan rencana strategi jangka menengah Kota Batam.
“Yaitu mewujudkan Logistic Aero City,” ujarnya
Melalui pembangunan bertahap, Bandara Hang Nadim diharapkan dapat memberikan layanan untuk 30 juta penumpang per tahun, 237 air traffic movement (ATM) dan volume kargo 190.000 MT pada tahun 2045.
Lingkup proyek (Project Scope), design, build, finance, operate and maintaine, yang secara spesifik, merenovasi dan memperluas terminal I, membangun Terminal II dan merelokasi terminal kargo.
“Selanjutnya, melakukan pengoperasian dan pemeliharaan bandara,” kata Rudi.
BP Batam kata dia akan terus berupaya meningkatkan daya saing Batam disektor logistik dan perdangangan, BP Batam bermaksud untuk mengembangkan kawasan logistic hub yang dapat mengefisienkan biaya logistic bagi para pelaku usaha di Batam.
Guna mewujudkan itu, BP Batam akan dibantu oleh konsorium Angkasa Pura (AP) I, Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Melalui mekanisme kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).
“Bandara Hang Nadim Batam akan menjadi hub dan menjadi pusat untuk rute penerbangan ataupun kargo internasional,” jelasnya.
Pengembangan juga akan dilakukan terhadap kapasitas terminal untuk lebih banyak mengakomodasi pergerakan penumpang. Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Batuampar, sebagai Batam e-commerce sejalan rencana induk pengembangan KPBPB BBKT) tahun 2020-2045.
Dengan fokus masing-masing area diantaranya, Batam difokuskan pada bidang hub logistik internasional (e-commerce), industri kedirgantaraan, industri light and valuable (high tech), industri digital dan kreatif, international trade and finance center serta pariwisata.
(ard)
| Baca Juga : Menang Proyek Pengembangan Hang Nadim, Konsorsium Angkasa Pura Diminta Dapat Buka Penerbangan Luar Negeri








