Batam (gokepri.com) – Indonesia menyetop distribusi batch (kumpulan produksi) vaksin AstraZeneca supaya menjalani tes steriilitas dan toksisitas menyusul kematian seorang pria 22 tahun sehari setelah vaksinasi.
Batch yang dihentikan digunakan adalah “CTMAV547”. Batch ini terdiri dari 448.480 dosis vaksin yang tiba di Indonesia pada bulan lalu. Pengiriman ini bagian dari pengiriman lebih dari 3,85 juta dosis dari Fasilitas COVAX, yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.
Beberapa dosis telah didistribusikan di DKI Jakarta dan provinsi Sulawesi Utara, serta diberikan kepada militer.
Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menguji sterilitas dan toksisitas vaksin AstraZeneca. Langkah itu setelah langkah penyelidikan yang dimulai awal bulan ini menyusul seorang pria berusia 22 tahun di Jakarta meninggal sehari setelah menerima suntikan AstraZeneca.
“Pria itu menerima dosisnya dari batch CTMAV547,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi seperti dikutip dari Reuters.com, Minggu (16/5/2021).
“Ini adalah bentuk kewaspadaan pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini,” katanya seraya menambahkan bahwa distribusi batch vaksin AstraZeneca lainnya tidak akan terpengaruh.
Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari mengatakan uji batch bisa memakan waktu setidaknya dua minggu.
“Setelah terbukti steril dan tidak mengandung racun, penggunaan vaksin akan dilanjutkan. Paling cepat bisa kita dapatkan hasilnya dalam dua minggu,” ujarnya.
AstraZeneca Indonesia menyatakan menghormati keputusan pemerintah tentang penghentian sementara.
“Keselamatan pasien adalah prioritas tertinggi dan AstraZeneca memiliki proses yang kuat untuk mengumpulkan, menganalisis, dan melaporkan kejadian buruk,” katanya dalam pernyataan itu.
Sejak dimulainya pandemi awal tahun lalu, Indonesia telah mencatat sekitar 1,74 juta kasus infeksi Covid-19 yang menyebabkan penyakit pernapasan COVID-19 yang berpotensi fatal. Korban tewas mencapai 48.093 pada hari Minggu 16 Mei 2021.
Pemerintah mendorong percepatan program vaksinasi untuk mengendalikan penyebaran virus. Data resmi menunjukkan bahwa hingga Minggu, hampir 9 juta orang telah divaksinasi penuh. (Can)
|Baca Juga: Kepri Mulai Vaksinasi Imam dan Marbot Masjid dengan AstraZeneca









