Batam (gokepri.com) – Otoritas Bandara Internasional Hang Nadim Batam mencatat terjadi peningkatan jumlah penumpang pada Minggu pertama bulan Ramadan. Dibandingkan hari biasa selama pandemi Covid-19.
Dalam empat hari terakhir tercatat ada sekitar 12.967 warga yang berangkat meninggalkan Batam. Sejumlah warga tersebut memilih pulang kampung lebih awal sebelum dilarangnya mudik Lebaran oleh pemerintah.
Putri misalnya, warga Nongsa ini mengatakan sengaja pulang kampung ke Surabaya lebih awal. Karena dikhawatirkan saat mendekati Lebaran nantinya tidak ada pesawat.
“Mumpung masih boleh pulang kampung, jadi berangkat sekarang saja. Harga tiketnya juga masih murah,” kata Putri, Rabu (21/4/2021).
General Manager Bandara Hang Nadim Batam, Benny Syahroni mengatakan dalam empat hari terakhir paling banyak terjadi Minggu (18/4/2021) lalu. Di mana yang berangkat dari Batam tercatat sebanyak 3.617 orang dan yang datang sebanyak 3.254 orang.
Kemudian, satu hari sebelumnya atau tanggal (17/4/2021) yang berangkat sebanyak 3.533 orang dan yang datang sebanyak 3.015 orang. Pada hari Senin (19/4/2021) jumlah penumpang mengalami penurunan yakni yang berangkat sebanyak 2.509 orang dan yang datang 2.342 orang.
“Sedangkan kemarin (Selasa 20/4/2021) yang berangkat sebanyak 3.308 dan yang datang sebanyak 2.783 orang,” kata Benny.
Sebagaimana diketahui, pemerintah secara resmi telah mengumumkan bahwa mudik dalam rangka Idul Fitri 2021 dilarang. Kebijakan tersebut akan mulai berlaku mulai 6-17 Mei 2021.
Pemerintah memutuskan melarang mudik lebaran dengan pertimbangan tingginya angka penularan dan kematian akibat Covid-19 setelah beberapa kali libur panjang, khususnya libur Natal dan Tahun Baru pada 2020 lalu.
Larangan mudik 2021 dan sanksinya dimuat dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 selama bulan suci Ramadan 1442 Hijriah dan Undang-Undang (UU) nomor 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.
(ard)
|Baca Juga : Mudik Dilarang, Wisata Lokal Diminta Terapkan Prokes Ketat









