Singapura dan Malaysia Bahas Pembukaan Pintu Perbatasan

Masuk Malaysia 1 April
Akses jalan atau dikenal The Causeway Singapura dan Malaysia pada 8 Maret 2021. (foto: Straits Times)

Batam (Gokepri.com) – Malaysia dan Singapura segera membahas pembukaan pintu perbatasan dalam pertemuan Perdana Menteri pada 4 Mei 2021 di Singapura.

Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan pandemi Covid-19 membuat Malaysia sulit mengirimkan duta besarnya untuk mengisi posisi Komisioner Tinggi (Kedutaan Besar) di Singapura yang sudah kosong selama setahun ini.

Dia mengatakan penunjukan komisaris tinggi Malaysia untuk Singapura masih dalam proses.

“Masih ada beberapa kendala teknis yang harus diperhatikan,” ujarnya usai meresmikan program Malaysia Prihatin Parliament Sembrong di Paloh, Senin (12/4).

“Saya tidak memungkiri bahwa pandemi Covid-19 mempersulit kami untuk menempatkan perwakilan kedutaan besar kami di beberapa negara,” tambahnya.

Jabatan komisaris tinggi Malaysia untuk Singapura telah kosong setelah Datuk Zainol Rahim Zainuddin pensiun pada April tahun lalu. Komisi Tinggi Malaysia di Singapura saat ini dipimpin oleh charge d’affaires.

Namun, meski komisaris tinggi tidak ada, Hishammuddin mengatakan hubungan antara Malaysia dan Singapura masih berjalan baik.

“Faktanya, Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin akan melakukan kunjungan resmi ke Singapura untuk bertemu dengan PM Lee Hsien Loong pada 4 Mei,” tambahnya.

Hishammuddin mengatakan di antara topik yang akan dibahas adalah pembukaan kembali perbatasan Malaysia-Singapura.

Dia mengatakan dengan keinginan pemerintah Johor untuk membuka kembali perbatasan dalam dua bulan ke depan, Malaysia harus mendapatkan persetujuan Singapura terlebih dahulu.

“Proses diskusi masih berlangsung. Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan baru-baru ini mengunjungi negara kami dan kami membahas masalah tersebut secara singkat.

“Saya akan pastikan ini masuk dalam agenda pembicaraan antara Muhyiddin dengan Lee,” ujarnya.

Selama kunjungan ke Malaysia pada tanggal 23 Maret, Balakrishnan bertemu dengan Hishammuddin dan kedua negara sepakat untuk saling mengakui sertifikat vaksin untuk memfasilitasi perjalanan lintas batas.

Mereka juga setuju untuk secara bertahap memulihkan perjalanan lintas batas untuk kelompok pelancong lain, selain Jalur Hijau Timbal Balik atau Reciprocal Green Lane dan Periodic Commuting Arrangement. (Can/Straits Times)

Pos terkait